Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Yohanes Djarot Purbadi, Laboratorium Perencanaan Perancangan Lingkungan dan Kawasan, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Masterplan kampung yang mulai dikembangkan pada 2020 adalah terobosan yang cerdas Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengajak warga kampung membuka lembaran sejarah baru yang optimistis.
Warga kampung dimotivasi menjadi Tuan Rumah di kampung sendiri melalui penyusunan dan penerapan Masterplan Gandeng Gendong, demikian sebutannya.Warga kampung diajak menghayati kedaulatan ruang dalam konteks kewilayahan skala terkecil.
Penyusunan Masterplan Kampung
Penyusunan masterplan kampung diawali dengan merumuskan mimpi warga kampung pada lima hingga 10 tahun di depan. Mimpi-mimpi warga dikemas dalam rumusan branding kampung. Faktanya, warga sangat antusias. Warga kampung Blunyahrejo, misalnya, mengusulkan 26 branding kampung, namun akhirnya hanya lima branding dipilih dan dikembangkan dalam masterplan pada 2020.
Selanjutnya, warga kampung diajak merumuskan kriteria dan indikator ketercapaian mimpi. Indikator dipilih dan ditetapkan dalam proses FGD. Misalnya, ada branding Kampung Hijau di Kampung Blunyahrejo. Indikator branding kampung hijau, ditulis adanya kebun sayur-sayuran, tanaman obat, tanaman hias, tanaman buah-buahan dan pohon-pohon perindang pada tempat-tempat yang tepat.
Indikator bersifat kualitatif dan diperjelas kuantitatifnya dalam roadmap. Roadmap memuat target-target tahunan, yang secara statistik dan spasial meningkat menuju target pada akhir periode. Artinya, warga kampung diajak mengenali dan merumuskan roadmap yang sangat realistis, sesuai dengan kondisi lapangan sehari-hari.
Selanjutnya, warga kampung merumuskan rincian kegiatan pada setiap roadmap.
Ragam kegiatan diturunkan langsung dari kriteria dan indikator. Misalnya, untuk mencapai kriteria dan indikator adanya kebun sayur-sayuran, muncul kegiatan spesifik tertuju pengembangan pengetahuan dan ketrampilan berkebun sayuran. Kegiatannya dipilih secara sangat spesifik, misalnya pelatihan pertanian hidroponik, ketika ada target mengembangkan kebun hidroponik.
Akhirnya, warga kampung merumuskan rincian semua kegiatan untukmencapai semua kriteria dan indikator dalam roadmap. Misalnya ada kegiatan pelatihan keahlian bercocok tanam sayuran, tanaman obat, tanaman buah-buahan dan pohon perindang, maka kerangka acuan kerja setiap kegiatan spesifik yang terkait dirumuskan dengan jelasdan lengkap.
Perencanaan Partisipatif Emansipatoris
Proses penyusunan masterplan kampung pada 2020 memenuhi syarat sebagai perencanaan partisipatif emansipatoris (pemerdekaan). Menurut Walter Fernandes dan Rajesh Tandon (1993) proses partisipatif emansipatoris diawali dengan subjektivisme, menghargai pentingnya subjek bertindak secara mandiri. Artinya, cara pikir perencanaan ini melihat warga kampung menjadi unsur sangat penting dalam pengembangan kampung.
Warga kampung memiliki otoritas fundamental menentukan tujuan, metode dan hasil. Kontribusi apapun dari luar kampung dilihat sebagai fasilitator atau enabler saja.
Selama ini program pembangunan kampung dari luar bertujuan memajukan kampung. Tetapi efeknya membuat kampung terlatih menjadi subjek pasif. Program kesehatan lingkungan, misalnya, merupakan inisiatif pihak luar. Hasilnya memang dirasakan warga kampung, tetapi kadang justru memupuk sifat dan sikap ketergantungan.
Proses partisipatif sangat penting dan syarat menuju pada pemerdekaan diri menjadi subjek dalam ruang untuk mengembangkan diri. Inisiatif perencanaan berfokus pada people-based, maka partisipasi pihak internal menjadi unsur utama gerak perubahan kampung. Bantuan apa pun dari luar kampung dilihat sebagai unsur positif mendukung ketercapaian semua rencana dalam masterplan kampung.
Indikator lain, perencanaan ada di tangan warga kampung, maka keterlibatan warga secara inherent berkesinambungan. Subjektivitas dan nilai-nilai setempat menjadi pijakan. Tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran dilihat dengan kriteria yang muncul dari konteks setempat yang sungguh dihadapi kampung. Artinya, cara pandang setempat menjadi elemen utama.Tentu menjadi sempurna dalam kolaborasi dengan pihak luar yang mumpuni.
Subjektivisme mensyaratkan warga kampung merumuskan sendiri tujuan dan sasaran serta tolok ukur keberhasilan. Prosesnya telah dilakukan dalam pemilihan dan penetapan branding kampung. Tahapan selanjutnya, warga kampung sebagai subjek melaksanakan semua rencana dalam kerja sama dengan berbagai pihak dalam skema gandeng gendong.
Penutup
Proses penyusunan masterplan kampung tahun 2020 di kota Yogyakarta bertumpu pada model kerja partisipatif. Setiap warga kampung diundang untuk berpartisipasi. Harapannya, terjadi partisipasi dan pemerdekaan berkembang secara terencana. Proses menjadi diri merdeka (subjektivisme) yang menghayati kedaulatan ruang pada skala kampung penting dikembangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Kemenkes mengaktifkan 9 HEOC dan mengerahkan tim medis untuk memulihkan layanan kes
FairSquare meminta FIFA meninjau kelayakan Gianni Infantino maju lagi dalam pemilihan presiden 2027 terkait batas masa jabatan.
Denza N8 terbaru membawa baterai LFP 130,15 kWh dengan jarak tempuh hingga 1.003 km berdasarkan standar pengujian CLTC.
GitHub mengalami gangguan besar pada 17 Agustus 2026. API, Actions, Pull Requests hingga Copilot terdampak dengan error unduhan mencapai 50%.
Sembilan ruas jalan nasional di Flores kembali fungsional setelah gempa M7,7. Menteri PU meminta data kerusakan segera dilengkapi.