Advertisement
OPINI: Ikon Baru Malioboro dalam Impian
Yohanes Djarot Purbadi, Laboratorium Perencanaan dan Perancangan Lingkungan dan Kawasan, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Jogja
Advertisement
Malioboro akan tambah ikon baru, tetapi entah kapan terwujud.Akan ada bangunan megah dan memanjang di Malioboro sisi timur. Namanya Jogja Planning Gallery (JPG). Mimpinya, JPG adalah museum menyajikan informasi tentang keseluruhan Jogja dari masa ke masa. Sayembara desain JPG baru saja dibuka tanggal 1 Maret 2022. JPG digagas akan mendukung Malioboro makin menarik dan masyarakat tambah cerdas.
Malioboro Masa Lalu
Advertisement
Jogja Planning Gallery yang akan dibangun sebenarnya dilandasi ide cerdas. Ada kehendak mendekatkan informasi sejarah Jogja keseluruhan dari masa ke masa kepada semua lapisan masyarakat mumpung mereka datang di Malioboro. Masyarakat berkunjung ke Maliboro karena Malioboro adalah ikon kota Jogja. Malioboro adalah tempat wisata belanja. Artinya, JPG akan terletak dalam konteks ruang yang tepat.
Selama ini wisatawan datang ke Malioboro karena tarikan aura sejarah. Para wisatawan merasa puas, sudah datang di Jogja karena sudah pernah jalan-jalan di Malioboro. Kadang orang juga bisa pamer oleh-oleh atau pernik-pernik yang dibeli di Malioboro. Bahkan, orang bisa puas karena sempat narsis di dekat papan signage bertulisan “Jalan Malioboro”.
Sebelum pandemi, orang datang berwisata belanja di Malioboro. Oleh-oleh yang dijual di arkade sepanjang Malioboro beraneka ragam. Ada aneka tas, baju, kaos, bahkan sandal atau sepatu. Berbagai barang kerajinan ditemukan di arkade yang ditawarkan Pedagang Kaki Lima (PKL). Orang rela berdesak-desakan di sepanjang arkade demi sebuah pengalaman unik. PKL sempat menjadi ciri ikonik Malioboro.
Pada sisi lain, orang tidak mencari ilmu atau pengetahuan di Malioboro, kecuali para peneliti. Keberadaan Jogja Library Center di Malioboro adalah jejak sejarah. Renovasi gedung perpustakaan itu telah dilakukan, tetapi gagal menjadi magnet kuat bagi para pencari pengetahuan. Orang tidak belajar di Malioboro, tetapi berwisata dan belanja. Ide mendekatkan pengetahuan Jogja masa lalu, kini dan masa depan kepada pengunjung Malioboro melalui JPG tentu bagus.
Malioboro Masa Depan
Masa depan Jogja keseluruhan seperti apa, kita tidak tahu. Undang-Undang Keistimewaan (2013) mengamanatkan, nilai-nilai keistimewaan wajib dilestarikan di Jogja keseluruhan secara berkelanjutan. Berbagai upaya pelestarian nilai dan budaya Jogja telah dikerjakan secara luas dan intens. Amanat UU Keistimewaan harus dijalankan terus-menerus, tentu juga berlaku bagi Malioboro.
JPG sebagai wadah aneka informasi tentang Jogja keseluruhan dari masa ke masa berpotensi menjadi daya tarik yang memperkuat Malioboro. JPG seperti itu sebenarnya dekat dengan konsep fasilitas pendidikan informal dalam pelestarian nilai-nilai keistimewaan. Pendidikan informal yang disajikan mencerdaskan masyarakat. Jika disajikan lengkap dan menarik, akan menjadi destinasi wisata atau ikon wisata baru di Malioboro.
Keberadaan JPG bahkan bisa menjadi ruang seni dan budaya. Karya seni instalasi atau yang lain dapat ditampilkan di fasilitas yang representatif JPG. Tidak pating tlecek lagi di sepanjang jalan Malioboro. JPG dapat menjadi tempat yang sungguh representatif untuk penampilan karya seni dan budaya. Akhirnya, pengalaman seni dan budaya dirasakan masyarakat dan wisatawan secara intens. Malioboro akan bernapas seni dan budaya.
Malioboro masa depan akan semakin hidup dengan keberadaan JPG. Orang diberi dua pilihan, berbelanja dan menambah pengetahuan. JPG perlu mengandung unsur budaya tradisional bercampur secara harmonis dengan elemen budaya modern. Secara arsitektural, tatanan ruang dan tampilan arsitektur JPG menjadi persoalan yang menarik bagi para arsitek. Akankah muncul ikon baru dalam arsitektur?
Jogja Planning Gallery
Era digital tidak dapat dihindari pada masa kini dan masa depan. Pada sisi lain, generasi muda gandrung teknologi digitalmenjadi bagian gaya hidup. Teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan generasi bangsa, bagaikan otak tambahan dengan kapasitas luar biasa. Oleh karenanya, keberadaan teknologi digital perlu ada secara signifikan dalam JPG, sebagai unsur kebanggaan. Era metaverse bertumbuh dalam dukungan fasilitas JPG.
JPG diimpikan“menjadi ikon di dalam ikon”, yaitu Malioboro. Orang ke Malioboro dihadapkan dua pilihan, wisata belanja atau wisata pengetahuan sejarah berbasis teknologi digital. Jika JPG ingin menjadi inti ikon Malioboro masa depan, maka ciri kecanggihan teknologi digital menjadi penting. Anak-anak akan datang mencari pengetahuan dengan cara digital, dilanjutkan belanja di Malioboro, bukan sebaliknya.
Tetapi ada kekhawatiran. Akankah JPG mematikan museum-museum dan perpustakaan yang telah ada? Ataukah akan menjadi fasilitas yang komplementer dan andal. Jika demikian, pengadaan fasilitas JPG mestinya dibarengi dengan melakukan upgrade fasilitas-fasilitas sejenis atau yang mendukung dan ada di luar Malioboro. Tujuannya, agar mereka mampu bersinergi dengan JPG dalam mencerdaskan masyarakat. Perkembangan generasi metaverse yang memahami nilai-nilai keistimewaan Jogja terdukung keberadaan JPG.
Selain itu, hendaknya JPG tidak menjadi tambahan kios-kios atau lapak-lapak baru bagi ekonomi kreatif yang dikembangkan. Ruang kios atau lapak baru bisa disediakan dengan menata ulang toko-toko yang sudah ada. Justru sangat ikonik jika JPG menjadi dapur dan galeri pengembangan kreativitas dan inovasi berbagai produk ekonomi kreatif. Bukan tempat tambahan atau ekstensi berjualan produk ekonomi kreatif. Cukuplah menjadi galeri atau etalase dari suatu pusat kreativitas.
Penutup
Ide mendekatkan informasi keseluruhan Jogja dari masa ke masa kepada masyarakat di ruang Malioboro adalah ide inovatif. Malioboro tetap menjadi ikon bernilai sejarah. Malioboro tetap menjadi ikon wisata belanja. JPG menguatkan Malioboro menjadi pusat kreativitas dan ikon pendidikan cinta Jogja. Semoga impian indah ini segera terwujud. Selamat datang Jogja Planning Gallery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Kisah di Balik Layar Filing for Love, Gong Myung Deg Degan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







