Advertisement

Perpusnas, Penulis, dan G20

Edi Wiyono, Humas Perpustakaan Nasional RI
Sabtu, 28 Mei 2022 - 06:47 WIB
Budi Cahyana
Perpusnas, Penulis, dan G20 Edi Wiyono, Humas Perpustakaan Nasional RI - Istimewa

Advertisement

Sebagaimana kita ketahui dan pahami bersama, bahwa dunia telah memberi kepercayaan kepada Indonesia dengan ditunjuk sebagai tuan rumah atau presidensi G20 2022 melalui serah terima dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Roma, Italia pada Oktober 2021 lalu. Hal ini menjadikan Indonesia negara Asia kelima yang terpilih sebagai tuan rumah KTT G20 setelah Jepang, China, Korea Selatan, dan Arab Saudi.

“Kepercayaan ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia, untuk membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” kata Presiden Joko Widodo.

Kepercayaan ini, tentunya disambut baik ditengah pemulihan ekonomi yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, Indonesia berusaha memberi pesan kepada dunia untuk saling mendukung dan bahu membahu untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. Melalui tema ini, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. 

Kegotong-royongan yang sesunguhnya sebagai nilai dari budaya Indonesia akan diselaraskan dengan visi misi dan tujuan G20. Tidak hanya untuk kepentingan dalam negeri, tetapi lebih dari itu, bagaimana Indonesia memberi warna dan dampak positif bagi penciptaan tatanan dunia baru.

Sebagaimana dilansir dari website Presidensi G20, manfaat yang diharapkan dari posisi Indonesia sebagai Presidensi G20 adalah:

  1. Presidensi G20 di tengah pandemi membuktikan persepsi yang baik atas resiliensi ekonomi Indonesia terhadap krisis.
  2. Merupakan bentuk pengakuan atas status Indonesia yang juga dapat merepresentasikan negara berkembang lainnya.
  3. Momentum presidensi ini hanya terjadi satu kali setiap generasi (+ 20 tahun sekali) dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberi nilai tambah bagi pemulihan perekonomian Indonesia.
  4. Indonesia dapat mengorkestrasi agenda pembahasan pada G20 agar mendukung dan berdampak positif dalam pemulihan aktivitas perekonomian Indonesia.
  5. Kesempatan menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam pemulihan ekonomi global.
  6. Membuat Indonesia menjadi salah satu focus perhatian dunia, khususnya bagi para pelaku ekonomi dan keuangan.
  7. Pertemuan-pertemuan G20 di Indonesia menjadi sarana memperkenalkan pariwisata dan produk unggulan Indonesia kepada dunia internasional, sehingga diharapkan dapat turut menggerakkan ekonomi Indonesia

G20 sebagai forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) yang memiliki kelas pendapatan menengah hingga tinggi, negara berkembang hingga negara maju merupakan forum 360. Artinya perhelatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari dunia usaha, akademisi, penulis hingga pemerintah dari setiap negara anggota dan organisasi lokal maupun internasional yang membahas isu-isu terkait dengan kehidupan sehari-hari yang terjadi hari ini dan di masa yang akan dating untuk dapat menciptakan harapan bagi semua kalangan.

Inisiasi Perpustakaan Nasional

Menyadari pentingnya event ini, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menginisiasi untuk penyusunan buku tematik tentang G20. Hal ini sebagai bentuk dukungan Perpusnas untuk Presidensi G20 Indonesia. Perpusnas melalui Penerbit Perpusnas Press berkolaborasi dengan Rumah Produktif Indonesia (RPI) menggandeng para penulis dari segala penjuru tanah air untuk bersama-sama menyumbangkan ide, gagasan dan pemikirannya terkait isu-isu besar yang akan dibahas dalam G20. 

Hasil tulisan ini nantinya dibukukan dalam bentuk buku antologi dan diterbitkan Perpusnas Press untuk menjadi karya yang membumikan narasi agar mendapat perhatian dan dukungan masyarakat, serta sebagai masukan dalam perhelatan G20. Tentunya, kita sangat berkepentingan untuk menyukseskan G20 dengan peminatan dan kapasitas kita masing-masing.

Tema besar dalam antologi ini adalah tentang Dunia Baru PascaPandemi: Percikan Gagasan Pemulihan Dunia dari Indonesia”. Tema ini tentunya selaras dengan tema Presidensi G20, Recover Together, Recover Stronger. Melalui tema ini, gagasan dan pemikiran para penulis/kontributor dapat memberikan kontribusi untuk saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan. Para penulis akan menjadikan G20 sebagai momentum terbaik bagi masyarakat untuk bersama-sama mendukung kesuksesan event dunia ini. Diharapkan dari tulisan-tulisan yang muncul, tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia, tetapi bagi dunia. Dari Indonesia untuk dunia. 

Advertisement

Buku antologi ini, rencananya lditerbitkan dan diluncurkan pada bulan Juli pada saat perhelatan Perpusnas Writers Festival. Kegiatan ini adalah sebuah ajang yang mempertemukan para penulis dan pembaca dari berbagai penjuru nusantara, baik level penulis nasional yang telah menghasilkan buku-buku bestseller maupun para penulis daerah yang telah bergiat dengan aktivitas-aktivitas literasinya.

Ada sekitar 150 penulis yangmembahas G20 dari berbagai latar belakang peminatan dan perspektif yang selaras dengan isu-isu yang akan dibahas pada perhelatan KTT G20 Desember nanti di Bali. Utamanya isu-isu Sherpa Track yaitu isu-isu di bidang-bidang yang lebih luas di luar isu keuangan, mulai dari lingkungan, ekonomi, budaya, bahkan agama. 

Dari sisi geografis, para penulis berasal dari berbagai pulau di Indonesia, mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua.  Mereka berangkat dari beragam dalam latar pendidikan dan pekerjaan, mulai dari ibu rumah tangga, guru, dosen, aktivis, PNS, pegiat literasi dan beberapa profesi lainnya. 

Advertisement

Tulisan-tulisan yang tertuang dalam buku ini akan dibagi ke dalam beberapa chapter. Hal ini untuk memudahkan dalam memilah peminatan dan isu yang diangkat. Bagian-bagian tersebut antara lain soal Ekosistem: Merawat Bumi Demi Masa Depan Kehidupan; Hubungan Internasional; Kesehatan; Pendidikan; Local Wisdom & Culture; Moderasi Beragam; Pariwisata dan ekonomi kreatif, Peran Perempuan, SDM & Pemuda hingga Transformasi Digital.

Masyarakat Indonesia (termasuk didalamnya penulis dan kontributor) sangat berkepentingan untuk menyukseskan G20 dengan peminatan dan kapasitas masing-masing. Sharing gagasan dalam buku ini adalah bentuk kolaborasi dan kontribusi bersama.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadwal Donor & Update Stok Darah di DIY Hari Ini

Jogja
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 10:37 WIB

Advertisement

alt

Buntut Kasus Leslar, KPI: Blacklist Pelaku KDRT dari Semua Program Siaran

Hiburan
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 02:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement