Advertisement

OPINI: Media Sosial dan Promosi Pariwisata

Elisabet Dita Septiari
Kamis, 11 Januari 2024 - 06:07 WIB
Bhekti Suryani
OPINI: Media Sosial dan Promosi Pariwisata Elisabet Dita Septiari - Dok Pribadi

Advertisement

Libur Natal dan tahun baru telah berakhir, tetapi foto, video, audio ataupun tulisan yang menceritakan pengalaman masa liburan di suatu destinasi wisata masih banyak bertebaran di media sosial. Unggahan di media sosial tersebut menjadi sarana untuk menyimpan memori-memori seseorang tentang pengalamannya berwisata. Biasanya informasi dan pengalaman berlibur akan dibagikan seseorang secara spontan pada saat mereka sedang berwisata ataupun setelah selesai berwisata (late post).

Konten-konten tersebut dapat memengaruhi keinginan orang lain yang melihat unggahan tersebut untuk merasakan pengalaman serupa. Unggahan tersebut juga menjadi sumber referensi bagi calon konsumen dalam menyusun rencana liburan di masa depan.

Advertisement

Bagi pengelola usaha di bidang pariwisata dan kuliner, kegiatan berbagi pengalaman wisata tersebut dapat menjadi promosi gratis, yang meningkatkan jumlah pengunjung, dan meningkatkan profit. Berdasarkan penelitian dari Stackla (2019), 80% orang tertarik berwisata ke destinasi tertentu setelah melihat postingan pengalaman berwisata di media sosial dari teman, saudara, atau orang dalam jaringan media sosial.

Oleh karena itu, pengusaha di bidang pariwisata dan kuliner perlu mendorong pengunjungnya untuk memposting pengalaman mereka selama berinteraksi di suatu destinasi wisata atau tempat kuliner. Namun, sebagai konten yang dibuat oleh pengguna sosial media (user generated content), pengusaha tidak dapat mengontrol informasi apa yang dibagikan oleh pengunjungnya apakah positif atau negatif.

Alasan Posting
Bagaimana caranya supaya pengunjung bersedia membagikan pengalaman positif di media sosial? Pengusaha harus tahu motivasi yang dapat menggerakkan mereka untuk posting. Ada beberapa alasan yang menggerakkan seseorang untuk membagikan pengalaman atau informasinya di media sosial. Alasan pertama, berbagi pengalaman di media sosial merupakan bagian dari kesenangan selama berwisata. Biasanya pengunjung yang memiliki sifat altruisme, membagikan berbagai informasi sebagai bagian dari kesenangan yang dia lakukan. pengunjung dengan karakter seperti ini secara sukarela akan membagikan informasi secara jujur berdasarkan penilaian mereka. Apabila pengelola destinasi wisata ataupun kuliner dapat memuaskan pengunjung yang memiliki karakter ini, maka mereka akan mendapatkan agen pemasaran secara sukarela.

Alasan kedua, pengunjung bersedia membagikan pengalamannya di media sosial sebagai bentuk dari pengekspresian diri. Generasi milenial dan generasi Z sering membagikan pengalamannya di media sosial untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan pencapaiannya kepada orang lain.

Banyak orang menilai kesuksesan seseorang dari kemewahan yang ditampilkan seseorang di media sosial. Oleh karena itu, banyak orang yang yang mengunggah foto dan video di media sosial ketika mereka mampu berwisata dan kuliner di tempat-tempat mewah dengan biaya tinggi untuk menunjukkan kesuksesan dan kelas sosial mereka.

Di lain sisi, ada juga pengunjung berkarakteristik petualang yang senang mengekpresikan aktualisasi dirinya ketika mampu mengunjungi tempat-tempat yang sulit dijangkau, memicu adrenalin ataupun masih jarang pengunjung. Mereka senang menunjukkan keindahan alam, pengalaman ekstrem ataupun pengalaman berinteraksi dengan suku asli tertentu.

Seseorang yang senang bersosialisasi dengan orang lain akan membagikan pengalaman berwisata atau kulinernya sebagai suatu bahan diskusi. Mereka dengan sukarela memberikan informasi dan penjelasan tentang suatu destinasi wisata atau destinasi kuliner ketika diminta rekomendasi oleh orang-orang di sekitarnya baik secara luring ataupun daring. Bersosialisasi dan terkoneksi dengan orang lain inilah yang menjadi alasan ketiga seseorang untuk berbagi informasi atau pengalaman di media sosial.

Alasan selanjutnya, pengunjung bersedia membagikan pengalaman wisatanya di media adalah untuk memperoleh penghargaan keuangan ataupun bukan keuangan. Penghargaan keuangan misalnya seseorang membagikan ulasan, foto atau video di media sosial untuk memenangkan lomba yang diadakan organisasi tertentu. Seseorang juga bersedia untuk berbagi informasi di media sosial jika mendapatkan imbalan misalnya berupa diskon, hadiah, penambahan poin keanggotaan.

Sedangkan penghargaan bukan keuangan yang bisa diperoleh misalnya pujian, mendapatkan tanda like, love dari orang-orang, bertambahnya jumlah followers di media sosial atau menjadi sumber informasi terpercaya bagi orang-orang dalam jaringan media sosial.

Berdasarkan berbagai alasan tersebut, pengelola destinasi wisata atau kuliner dapat mendorong pengunjungnya untuk membagikan pengalamannya di media sosial melalui motivasi eksternal yaitu pemberian penghargaan berupa keuangan maupun bukan keuangan.

Hadiah voucer diskon, giveaway, undian merupakan strategi yang paling mudah dan berbiaya ringan untuk menggerakkan seseorang berbagi informasi di media sosial. Karakteristik turis milenial Indonesia yang senang untuk mendapatkan manfaat atau benefit yang besar dengan biaya yang terjangkau atau kecil juga akan semakin menguatkan strategi tersebut. Selain itu, pengelola destinasi wisata atau kuliner juga dapat mendorong pengunjung untuk memposting pengalaman wisata di media sosial dengan memposting ulang dan memberikan ucapan terima kasih sebagai bentuk penghargaan. Hal ini akan membuat pengunjung merasa dikenal dan dihormati oleh pengelola destinasi wisata atau kuliner.

Elisabet Dita Septiari
Dosen Manajemen dan Kaprodi Magister Manajemen FBE Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama

DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 09:07 WIB

Advertisement

Kisah di Balik Layar Filing for Love, Gong Myung Deg Degan

Kisah di Balik Layar Filing for Love, Gong Myung Deg Degan

Hiburan
| Jum'at, 03 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement