Opini: Pilpres 2019, Gagasan Hebat di Panggung Debat

Pekerja menyiapkan panggung untuk debat pertama capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
17 Januari 2019 16:00 WIB Stefanus Arief Setiaji Aspirasi Share :

JAKARTA — Malam ini, jutaan mata masyarakat di seluruh penjuru negeri ini akan tertuju ke layar televisi menyaksikan langsung debat pertama calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilihan Presiden 2019.

Masyarakat berharap banyak panggung debat calon pemimpin bangsa itu mampu menghadirkan gagasan brilian dalam membangun Indonesia 5 tahun ke depan.

Berdasarkan jawal Komisi Pemilihan Umum (KPU), debat pertama akan berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta mulai pukul 20.00 Wib dengan mengambil tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

Dalam debat malam nanti, aka nada lima panelis yakni Bagir Manan (mantan Ketua Mahkamah Agung), Hikmahanto Juwana (pengajar di Universitas Indonesia yang juga analis kebijakan hukum internasional), Ahmad Taufan Damanik (Ketua Komnas HAM), Bivitri Susanti (Pengajar Hukum di UI dan pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan), dan Margarito Kamis (ahli hukum tata negara).

Debat tersebut akan dipandu oleh Ira Koesno dan Imam Priyono.

Sedianya, KPU juga mengundang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo sebagai panelis. Hanya saja, yang bersangkutan memilih tidak hadir untuk menjaga independensi lembaga tersebut.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan hal itu kepada KPU. "Kami sudah dari awal memberitahukan kepada KPU [jika] KPK tak bisa hadir dalam acara debat," kata Agus, Rabu (16/1).

Agus beralasan bahwa ketidakhadiran KPK sebagai panelis di acara debat tersebut guna menjaga independensi KPK sebagai lembaga yang tak ikut campur dalam kontestasi politik termasuk Pilpres 2019.

"Kan pada waktu kami mau masuk, banyak yang memperdebatkan jangan sampai kami masuk ranah politik, independensi kami di mana?," kata Agus.

Terkait dengan persiapan debat, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno terus mematangkan konsep dan persiapan.

Tim kampanye pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menggelar simulasi debat di Djakarta Theater pada Rabu (16/1) malam. Dalam simulasi itu, Jokowi dan Ma’ruf hadir langsung didampingi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir.

Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandi memilih meniadakan agenda kampanye pada Rabu kemarin. Keduanya fokus pada persiapan debat dengan menggelar diskusi ringan bersama tim dari koalisi yang berkiprah di bidang hukum.

Peneliti Departemen Politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes berharap pasangan capres-cawapres mampu memanfaatkan debat-debat kampanye untuk menawarkan solusi yang mengena bagi publik.

Arya berpendapat bagi Prabowo Subianto dapat memulainya pada bidang penegakan hukum, korupsi, hak asasi manusia, dan terorisme. “Saya berharap dalam debat nanti penantang tidak menawarkan narasi-narasi kritik semata,” katanya.

Terhadap pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya menduga kubu petahana ini lebih banyak mengumbar prestasi selama berkuasa dalam sesi debat. Meski demikian, menurut dia, kelemahanan pemerintah pun dapat disorot oleh sang lawan.

Arya mencontohkan sepanjang tahun lalu, puluhan kepala daerah tertangkap tangan KPK. Tentu, publik tertarik mengetahui strategi pemerintah untuk mencegah pemberantasan korupsi. “Dari empat isu dalam debat pertama, saya kira isu korupsi lebih seksi,” ujarnya. (Ilham Budhiman/Jaffry P. Prakoso/Samdysara Saragih/Yodie Hardiyan)