OPINI: Jadikan Karyawan Senang dan Betah di Rumah Kedua

Ilustrasi buruh atau pekerja. - JIBI
16 Mei 2019 08:02 WIB Debora Wintriarsi Handoko Aspirasi Share :

Seketika setelah Anda meninggalkan rumah lalu tiba di tempat kerja, apa yang Anda rasakan? Bekerja dengan rasa penuh kegembiraan serta mampu memberikan makna pada hal-hal yang Anda kerjakan merupakan idaman setiap karyawan, saat berada di tempat kerjanya.

Meskipun kondisi tersebut tampak sangat ideal, namun tidak dapat dipungkiri hal tersebutlah yang diinginkan oleh karyawan. Terlebih lagi, banyak di antara kita yang menghabiskan lebih dari separuh waktu dalam sehari, bekerja di perusahaan. Tanpa merasa nyaman dan bahagia, tentu saja tugas yang dikerjakan hanya akan menjadi rutinitas panjang yang membosankan.

Saat ini perusahaan dihadapkan pada globalisasi dan iklim kompetisi yang menuntut kesiapan untuk berubah. Masuknya era Revolusi Industri 4.0 membuat perubahan di tempat kerja menjadi lebih menantang. Kemampuan merespon perubahan dan beradaptasi dengan situasi baru tersebut menjadi dasar pentingnya bagi perusahaan untuk memastikan karyawan merasa nyaman dan siap bekerja dengan optimal.

Dalam berbagai kesempatan, Nurlaila Effendy, Ketua Asosiasi Psikologi Positif Indonesia (AP2I) mengungkapkan bahwa dalam menghadapi globalisasi dan kompetisi, perusahaan memerlukan karyawan yang memiliki global mindset, serta berada pada situasi kerja yang nyaman dalam membangun keberhasilan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan konsep Positive Organization, yaitu suatu iklim organisasi positif yang mendukung efektivitas pencapaian tujuan perusahaan.

Organisasi Positif
Fred Luthans (2002) awalnya mengungkapkan organisasi positif merupakan studi dan penerapan kekuatan sumber daya manusia yang berorientasi positif dan kapasitas psikologis yang dapat diukur, dikembangkan, dan dikelola secara efektif untuk peningkatan kinerja di tempat kerja. Organisasi positif merupakan aplikasi dari ilmu psikologi positif dalam dunia kerja, yang kerap dikaitkan dengan organisasi yang tumbuh berkembang dan berkelanjutan.

Bagi karyawan secara individu yang bekerja dalam situasi organisasi positif, akan merasa bersemangat, gembira, memiliki keterlibatan kerja yang tinggi – bukan hanya bekerja demi menyelesaikan tugas dan pekerjaan. Terlebih dari itu, karyawan pun akan merasa bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan memiliki makna yang berdampak bagi kinerja organisasi secara keseluruhan.

Bagi perusahaan secara organisasional, situasi positif dapat terwujud menjadi budaya positif, yang memiliki iklim kebermaknaan yang positif, hubungan antar karyawan yang positif, serta komunikasi yang positif pula.

Tidak heran, berbagai perusahaan di dalam dan luar negeri selalu berupaya membangun berbagai program yang mendukung organisasi memiliki iklim organisasi yang positif, diantaranya adalah melalui program-program work-life balance, teamwork serta bahagia di tempat kerja. Beberapa program tersebut kerapkali dilakukan berkala oleh perusahaan, melalui berbagai aktifitas di dalam dan di luar kantor, secara formal maupun informal.

Tujuannya, tidak lain, adalah memastikan bahwa karyawan merasa happy. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa untuk mencapai organisasi positif maka penting bagi perusahaan untuk memperhatikan psikologi positif di tempat kerja. Secara berkala perusahaan perlu melakukan peninjauan atas program tersebut, untuk memastikan efektivitas program bagi produktivitas karyawan, dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Tantangan Masa Depan
Dalam upaya untuk mendukung karyawan bekerja dengan senang, organisasi saat ini menghadapi pergeseran generasi yang semakin didominasi karyawan generasi milenial. Meskipun cara membuat karyawan bahagia dan nyaman di tempat kerja dapat dilakukan dengan membuat program-program yang mendukung kebahagiaan di tempat kerja, namun hal tersebut belum tentu dapat mendukung tercapainya tujuan perusahaan dengan kondisi yang serupa.

Karyawan milenial memiliki cara pandang yang berbeda dalam memaknai kenyamanan dalam organisasi yang positif. Untuk merasa nyaman dan betah di tempat kerja, karyawan generasi milenial lebih memilih berada di lingkungan kerja yang modern, dengan berbagai fasilitas kekinian yang mendukung cara kerja mereka yang tidak lepas dari koneksi internet tanpa batas. Gaya kerja yang lebih diminati generasi milenial adalah yang bersifat informal dan fleksibel.

Mereka membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya, serta ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Generasi milenial juga memandang bahwa atasan bertindak layaknya mentor – dan bukan bos, sehingga hubungan atasan dan bawahan seharusnya terjalin lebih dinamis dan fleksibel. Gaya komunikasi yang digunakan dengan rekan kerja juga disesuaikan dengan era digital yang semakin banyak digunakan. Mereka pun berharap hal-hal tersebut dapat diterapkan secara lebih luas di tempat kerja.

Bagi perusahaan yang telah didominasi karyawan generasi milenial, hal-hal tersebut di atas tentunya sudah mulai dirasakan, bahkan banyak perusahaan telah melakukan berbagai penyesuaian. Namun, bagi perusahaan yang masih didominasi generasi sebelumnya, hal-hal tersebut akan menjadi tantangan baru. Meskipun memerlukan beragam perencanaan dan penyesuaian, namun Positive Organization akan menjadikan karyawan nyaman dan bekerja penuh semangat untuk mencapai tujuan organisasi. Sudah siapkah perusahaan dimana kita bekerja menjadi tempat kerja yang nyaman dan membuat betah layaknya rumah kedua?


*Penulis merupakan dosen Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta