OPINI: Pengaruh Pola Asuh Terhadap Anak

Ilustrasi anak-anak - Reuters
13 November 2019 06:02 WIB Wulan Anggeraini Suara Mahasiswa Share :

Usia dini merupakan masa seorang anak yang senang untuk bermain. Namun, anak zaman sekarang kebanyakan lebih mengenal gadget dari pada bermain dengan teman-temannya. Hal ini disebabkan oleh pola asuh orang tua yang sudah mengenalkan gadget kepada anaknya yang masih berusia dini.

Dalam mendidik anak sebaiknya orang tua memberikan arahan dengan memberikan contoh seperti orang tua tidak bermain gadget dihadapan anak karena anak usia dini akan menirukan orang yang ada dilingkungannya. Orang tua juga harus konsisten terhadap peraturan yang telah diberikan ke anaknya.

Kepribadian anak bisa dibentuk melalui beberapa faktor terutama dari keluarga. Keluarga merupakan lingkungan sosial pertama yang ditemui individu sejak si anak lahir di dunia. Lingkungan keluarga yang pertama adalah ayah, Ibu dan saudara kandung. Hubungan antara individu dan kedua orang tuanya merupakan hubungan timbal balik terdapat interaksi di dalamnya.

Pola asuh orang tua merupakan pola asuh yang diterapkan terhadap anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Seorang anak ibarat cerminan dari orang tuanya. Anak yang diasuh dengan pola asuh yang baik maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik dan sebaliknya jika anak yang diasuh dengan pola asuh yang buruk akan tumbuh menjadi anak dengan kepribadian yang buruk.

Cara pengasuhan anak sangatlah berpengaruh pada perkembangan si anak. Pola asuh ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negative maupun positive. Hal ini bisa diamati dengan adanya kebiasaan-kebiasaan yang dimiliki anak dalam kehidupan sehari-hari. Sebut saja cara berbicara, cara bergaul dan cara bermain dengan teman sebayanya.

Ada juga cara pola asuh orang tua yang baik dengan cara selalu mengespresikan kasih sayang memeluk, mencium, memberi pujian, melatih emosi dan melakukan pengontrolan pada anak akan berakibat anak merasa diperhatikan dan akan lebih percaya diri sehingga hal ini akan membentuk pribadi anak yang baik. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak sejak dini yang meliputi perkembangan personal sosial, bahasa, motorik halus dan motorik kasar.

Pola asuh yang diterapkan setiap orang tua berbeda-beda. Maka setiap anak memiliki tingkah laku yang berbeda-beda. Secara umum pola asuh dalam mendidik anak ada empat jenis, yang pertama otoriter yaitu pola asuh yang menempatkan orang tua sebagai sosok yang paling benar dan harus dipatuhi, pola asuh ini membuat para orang tua keras kepala karena anak harus menuruti semua kemauan orang tua sekalipun si anak tidak suka.

Yang kedua pola asuh permisif, pola asuh yang membebaskan kemauaan anak. Pola asuh ini mungkin juga dapat menjadikan anak untuk manja dan kurang bertanggung jawab. Yang ketiga pola asuh pengabaian, pola asuh ini merupakan pola asuh yang orang tuanya memiliki tidak kepedulian terhadap anak, semuanya dilakukan oleh tangan orang ketiga misalnya babysitter.

Anak yang tumbuh dalam asuhan seperti ini akan kehilangan sentuhan dan kasih sayang dari orang tuanya. Yang ke empat pola asuh demokratis, pola asuh ini dapat dikatakan yang paling ideal karena keiinginan anak dihargai dan didengarkan sementara orang tua tetap memegang kendali. Dalam pola asuh demokratis ini hubungan anak dengan orang tua menjadu hangat disatu waktu, namun orang tua juga bisa bersikap tegas.

Dalam mendidik anak seharusnya orang tua mengerti apa yang dibutuhkan oleh anaknya. Jangan jadikan anak korban kesibukan orang tua. Didiklah anak dengan sebaik-baiknya agar tidak menyesal nantinya karena anak adalah aset dan investasi yang sangat berharga.

*Penulis merupakan Jurusan PG PAUD Universitas Ahmad Dahlan