Laga Persija vs Persib, Polisi Siapkan 17.800 Personel Pengamanan
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Ilustrasi. /Antara
Beberapa waktu lalu, telah terjadi kekerasan terhadap seorang siswi di Purworejo, Jawa Tengah yang dilakukan tiga temannya di dalam kelas. Mirisnya, korban tersebut merupakan penyandang disabilitas yang berkebutuhan khusus. Peristiwa ini bagi saya merupakan wujud akumulasi kompleksitas intimidasi dan perundungan yang dilakukan kepada korban oleh lingkungan sekitarnya.
Melihat sikap lembaga pendidikan terhadap kasus pelecehan tersebut, kemudian saya teringat kasus Reynhard Sinaga (RS) tentang kasus pemerkosaan kepada sesama jenis terbesar dalam sejarah Inggris, yang media banyak mencatut lembaganya yakni University of Manchester (UM). Setelah itu, secara kelembagaan UM berani mencabut gelar akademik RS. Apakah dengan bersikap seperti ini, kemudian tidak akan ada lagi yang kuliah di UM? Atau apakah UM dicap sebagai kampus yang tidak baik?.
Sudah saatnya lembaga pendidikan berupaya mencegah dan menguatkan basis wacana perempuan di lembaganya, misalnya mendirikan pusat studi wanita/perempuan ataupun rumah gender untuk menguatkan skill agar siap hidup di tengah-tengah budaya patriakis yang mengakar kuat. Dengan adanya komunitas tersebut, perempuan idealnya mampu mewujudkan solidaritas bersama untuk saling menguatkan, ketika ada modus-modus berbentuk pelecehan terjadi kepadanya.
Terpenting juga adalah penguatan kemampuan bela diri perempuan dengan belajar bela diri. Karena sejatinya basis kekuatan perempuan berada di dalam dirinya. Belajar bela diri juga menjadi skill yang harus dimiliki perempuan. Setidaknya perempuan harus merdeka dari tangan-tangan para predator yang semena-mena terhadap tubuhnya. Wilayah sensitif perempuan harus mampu dijaga oleh diri mereka sendiri. Menjadi perempuan yang berkata tidak kepada kekerasan, dan menjadi terdepan dalam memberantas perundungan.
Menjadi perempuan itu harus merdeka dan memiliki legal standing terhadap dirinya. Sudah bukan zamannya untuk menjadiinferior daripada laki-laki, tunjukkan perempuan itu setara bahkan nyatanya perempuan memiliki peran domestik yang lebih besar daripada laki-laki. Karena itu, perempuan harus mampu berdiri di kakinya sendiri, sehingga berbagai upaya intimsidasi atau pelecehan bisa tereduksi.
*Penulis merupakan Mahasiswi Ilmu Alquran dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga Jogja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Jadwal KA Bandara YIA 14 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Basarnas mengungkap dugaan penyebab Kapal Virgo Transport 8 terbalik setelah dihantam gelombang di lambung kanan saat melintas di Laut Jawa.
Jadwal KSPN Jogja 14 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 14 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta rincian biaya resminya.