Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Foto ilustrasi. /Solopos-M. Ferri Setiawan
“Puasa itu untuk-Ku dan aku yang akan memberi ganjarannya”, demikian penjelasan Allah tentang puasa. Penceramah di Bulan Ramadan sering mengulang pengajaran tersebut untuk mengingatkan umat mengenai Puasa Ramadan sebagai ibadah jiwa. Berbeda dengan tiga rukun Islam lain selain syahadah, puasa merupakan ibadah yang tidak dapat diamati orang lain. Salat terlihat, zakat terlihat bahkan diketahui penerima zakat, dan haji lebih terlihat lagi karena membutuhkan perjalan ke Makkah. Sedangkan puasa, hanya Allah dan kita yang mengetahui apakah kita berpuasa.
Sirr/rahasianya ibadah puasa ini, menjadikannya semata menjadi miliki Allah. Kita mengamalkan puasa hanya kepada dan untuk Allah Ta’ala. Demikian seharusnya semua ibadah, dilakukan dengan ikhlas untuk Allah. Tetapi pada puasa, ibadah untuk Allah menjadi lebih terasa karena bentuknya sebagai ibadah jiwa. Ketulusan menjalankan puasa untuk Allah juga menjadi hal yang diwanti-wanti Rasulullah untuk diamalkan setiap muslim sepanjang Ramadan agar mendapat ampunan atas kesalahan masa lampau. Beliau bersabda “Sesiapa yang berpuasa dengan iman dan berharap kepada Allah maka diampuni dosanya yang telah lalu.”
Pentingnya meluruskan niat puasa Ramadan untuk Allah menjadikan kita perlu muhasabah, apakah puasa kita sudah ikhlas untuk Allah? Untuk siapa puasa kita selama ini? Jangan-jangan puasa kita selama ini untuk kesenangan diri kita sendiri? Dengan berpuasa kita merasa menjadi orang yang saleh. Juga dengan puasa Ramadan kita bisa berbuka yang lezat-lezat, bersosialisasi di masjid saat tarawih, dan merasakan senang dan ramainya Lebaran. Jika semua itu yang terbayang dalam puasa Ramadan, mungkin kita perlu belajar meluruskan lagi niat puasa kita.
Puasa tahun ini yang bersamaan dengan wabah Covid-19 menjadi kesempatan untuk introspeksi diri sekaligus berupaya meluruskan niat berpuasa Ramadan hanya karena Allah Ta’ala. Adanya anjuran untuk melakukan physical distancing menjadikan Ramadan kita kali ini terasa berbeda. Para ulama menganjurkan untuk shalat wajib dan tarawih di rumah masing-masing sehingga mungkin di tahun ini tidak ada keramaian saat Subuh, Buka, Maghrib, dan Tarawih di masjid. Pemerintah menganjurkan #dirumahaja sehingga tidak ada keramaian menjelang berbuka dan mungkin sulit mencari jajanan berbuka. Pemerintah juga telah melarang mudik sehingga keramaian di kampung halaman selama Ramadan tidak akan dirasakan.
Kondisi-kondisi tersebut menjadi tantangan untuk yang berpuasa, apakah dapat ikhlas berpuasa tahun ini tanpa pernak-perniknya? Terlebih untuk saudara-saudara dengan penghasilan harian yang mungkin mengalami kesulitan hidup dan ekonomi di masa pandemi ini, puasa dengan ikhlas di tengah cobaan Allah membutuhkan usaha lebih keras. Walaupun berat, tetapi tetap perlu diusahakan agar kita berpuasa tahun ini hanya untuk Allah bukan untuk seremonial pelengkap Ramadan saja.
Langkah awal yang dapat kita lakukan agar dapat belajar puasa kita untuk Allah saja mungkin ridha dengan kondisi Ramadan yang tanpa kegiatan-kegiatan sosial meriah. Kita juga berusaha untuk ridha berbagi buka dan sahur kita yang mungkin juga tidak meriah seperti tahun-tahun lalu dengan tetangga kita terutama yang membutuhkan. Semoga Allah memampukan kita untuk melalui Puasa Ramadan tahun ini dengan sukses. Semoga Allah memampukan kita berpuasa untuk Allah semata. Amin Allahumma Ya Rahman.
*Penulis merupakan Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Sibakul Jogja Sport & Fest 2026 menambah nomor half marathon 21K. Dinas Koperasi dan UKM DIY menargetkan pelari dari luar DIY.
Kenali gejala keracunan makanan, cara pertolongan pertama, tanda dehidrasi, hingga kondisi yang mengharuskan penderita ke dokter.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) memberikan apresiasi khusus kepada nasabah dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026
Tunggakan gaji empat bulan eks pekerja RSGM Bantul belum dibayar sesuai perjanjian. Mereka kini mengajukan permohonan eksekusi ke PHI.
Polda Metro Jaya membongkar sindikat sabu di Tambun Selatan, Bekasi. Lima tersangka ditangkap dan polisi menyita sabu serta senjata api.