HIKMAH RAMADAN: Tingkatkan Ketakwaan di Tengah Pandemi Corona

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
18 Mei 2020 17:27 WIB Sutrisno Hikmah Ramadan Share :

Ramadan 1441 Hijriah jadi momentum yang istimewa bagi umat Islam seluruh dunia karena dihadapkan dengan ujian fisik dan nonfisik berupa pandemi Covid-19 selain tentunya aktivitas rutin berpuasa. Ujian fisik diperoleh umat muslim seluruh dunia berupa keterbatasan akses sosial.

Pembatasan akses sosial (social distancing) sebagai dampak pandemi ini membuat perubahan drastis aktivitas sosial masyarakat pada saat ini. Keadaan yang sebelumnya nyaman dengan berbagai kegiatan sosial untuk saling bersilaturahim saat ini menjadi terhalang dan tidak dapat dilakukan. Selain itu ujian nonfisik dihadapi karena terkait dengan berbagai kekhawatiran yang tidak tampak berupa ancaman penyebaran virus yang mengancam siapapun dan dimanapun berada.

Terkait dengan ujian tersebut sebenarnya Al-Quran telah mengungkapkan pada Surat Al-Ankabut ayat 2 dan QS Al-Baqarah ayat 155 -157. Poin penting pada dua surat tersebut, bahwa ujian akan selalu dihadapi sebagai bentuk peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Ramadan merupakan momentum yang penting untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan berbagai kegiatan yang dapat dikerjakan karena terdapat banyak keutamaan yang dijanjikan. Keutamaan yang besar pada Ramadan tidak akan diperoleh secara otomatis hanya dengan mengetahuinya, tetapi perlu dilakukan dengan berbagai usaha dalam bentuk melaksanakan ibadah yang nyata.

Peningkatan keimanan dan ketaqwaan melalui ibadah dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas keilmuan yang dimilki dan menjalankan ibadah yang bertujuan untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT. Ibadah yang berimplikasi sosial dapat dilakukan dengan zakat, infak, sedekah, maupun meningkatkan kemanfaatan diri bagi sesama dan lingkungan, sedangkan ibadah yang berimplikasi kesalehan pribadi dapat dilakukan dengan memperbanyak salat wajib dan sunah, memperbanyak membaca Al-Quran dan mempelajarinya, memperbanyak zikir dan doa serta muhasabah diri dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Terkait dengan peningkatan keimaan juga tergantung pada keberhasilan yang dilakukan dalam menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Ujian kepada orang yang beriman diungkapkan dalam QS Al-Ankabut ayat 2. Ayat tersebut memberikan pernyataan bahwa semua orang yang beriman akan mendapatkan ujian dari Allah dan ditegaskan pada ayat selanjutnya.

Bentuk ujian yang diberikan disampaikan dalam QS Al-Baqarah ayat 155. Jenis ujian yang disebutkan dalam ayat tersebut merupakan kejadian yang dialami oleh umat manusia di seruluh dunia saat ini dengan adanya pandemi Covid-19.

Keberadaan pandemi selain memunculkan bentuk ketakutan, kematian, kelaparan dan kebangkrutan juga mereduksi nilai-nilai sosial yang merupakan hal mendasar dalam Islam. 

Selain memberikan ujian, Allah juga memberikan kabar gembira pada akhir ayat 155 dengan ungkapan wa basyiri as-shabirin (berilah kabar gembira). Penjelasan kabar gembira diungkapkan pada ayat selanjutnya dengan menyebutkan kriteria orang yang akan bergembira dan sabar meskipun mendapatkan cobaan. “(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).

Ramadan merupakan momentum yang strategis untuk intropeksi diri menghadapi ujian pandemi global yang melanda sehingga dapat mengetahui tergolong dalam orang yang dapat meningkatkan keimanan karena sabar menjalani ujian atau sebaliknya termasuk hamba yang berpotensi mendapatkan azab karena ingkar akan nikmat yang telah diberikan.

*Penulis merupakan dosen FAI UMY sekaligus peserta Program Ph.D di International Islamic University, Malaysia