Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun

Fahmi Irfanudin, Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UMY
13 April 2021 06:17 WIB Fahmi Irfanudin, Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UMY Hikmah Ramadan Share :

Dalam kitab Tarthibu al-afwah bi dzikri man yudzhilluhumu Allah, Sayyid Husain al-‘Affani mengisahkan bahwa ada seorang laki-laki dari daerah hamrah Yaman yang membangun sebuah masjid. Dia biasa mendatangi masjid itu pada malam hari dengan membawa lentera dan makanan untuk ia berikan kepada siapapun yang ia temui di masjid.

Hingga pada satu ketika, daerah tersebut ditimpa kekeringan. Sumur yang ia miliki pun sudah mengering. Akhirnya ia dengan anak-anaknya mencoba untuk menggali sumur tersebut. Namun, ketika ia sedang berada di dasar sumur, tiba-tiba dinding sumur itu runtuh dan menimpanya. Anak-anaknya yang melihat kejadian itu pun pasrah dan mereka juga tidak berusaha menggali sumur tersebut karena menurut mereka mustahil ayah mereka masih hidup.

Ternyata ketika dinding sumur itu runtuh, ada sebatang kayu yang jatuh dan menghalangi tanah juga bebatuan untuk menimpa laki-laki tersebut. Ia pun berada di dasar sumur yang keadaaannya gelap gulita.

Namun tiba-tiba datanglah lentera dan makanan yang biasa ia bawa setiap malam ke masjid. Lentera itu menerangi tempat tersebut dan makanannya bisa ia santap setiap hari. Ia terus berada dalam kondisi itu hingga enam tahun lamanya.

Hingga pada satu ketika anak-anaknya berinisiatif untuk kembali mengaktifkan sumur tersebut. Dan ketika mereka sedang menggali dan sampai ke bagian dasarnya, mereka terkejut mendapati ayah mereka masih hidup. Mereka pun bertanya tentang bagaimana kondisinya selama ini? Ia menjawab bahwa lampu dan makanan yang biasa ia bawa setiap malam ke masjid senantiasa datang padanya selama ia berada di dasar sumur.

Kisah tersebut mengajarkan kepada kita untuk tidak meremehkan kebaikan sekecil apapun, karena bisa jadi kebaikan tersebut selain bermanfaat untuk kehidupan ukhrawi juga bermanfaat untuk kehidupan duniawi. Namun, sering kali kita tidak mempedulikannya. Padahal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam pernah menasihati Abu Dzar al-Ghifari yang tentunya nasihat beliau juga berlaku bagi kita umatnya: “Janganlah kamu sekali-kali meremehkan kebaikan sekecil apa pun walaupun sekedar bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri”

Nah, di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, bulan dilipatgandakannya segala amal kebaikan, ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperbanyak variasi amalan shalih. Ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperbanyak pundi-pundi kebaikan yang akan memperberat timbangan amal kebaikan kita di yaumul hisab. Diantara amalan tersebut adalah memberi makan orang yang berpuasa (tafthir ash-shaimin) yang pelakunya diganjar pahala setara dengan pahala orang yang berpuasa tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.

Kemudian, tilawah al-Quran, dimana setiap huruf dari ayat-ayat al-Quran yang kita baca di hari biasa saja -selain hari-hari Ramadan- itu bernilai 10 kebaikan, maka bagaimana jika yang kita baca itu puluhan atau bahkan ratusan ayat? Maka tentunya kebaikan yang akan kita raih jauh lebih banyak terutama di bulan Ramadan yang diknel juga dengan bulan al-Quran ini.

Masih banyak lagi amalan-amalan ringan lainnya yang bisa kita lakukan, seperti memperbanyak shalat sunnah, dzikir, do’a, sedekah dan lain sebagainya.

Oleh karena itu marilah kita berlomba-lomba dalam melakukan amal kebaikan. Janganlah sekali-kali kita menganggap remeh amal kebaikan sekecil apa pun, karena pasti kita akan melihat balasannya, kalaupun tidak di dunia maka yakinlah kita pasti akan melihatnya di akhirat kelak.