Kampus, Ibadah, dan Ramadan

Rinasa Agistya Anugrah, Dosen Program Studi Teknologi Mesin, Fakultas Program Vokasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Kombinasi antara kampus, ibadah, dan Ramadan adalah suatu hal yang dapat dijadikan peningkatan kualitas pribadi seorang yang beriman. Dalam civitas academica yang di dalamnya terdapat dosen dan mahasiswa yang saling berinteraksi satu sama lain, jika setiap dosen dan mahasiswa mampu menimplementasikan kegiatan kampus yang meningkat positif maka akan bernilai ibadah pula dan nilai ibadah di bulan suci Ramadan akan bernilai sangat tinggi.

Sehingga hal ini mencerminkan adanya peningkatan kualitas dalam diri pribadi seorang muslim. Terdapat peningkatan capaian di dalam bulan Ramadan merupakan suatu hal yang penting dan harus kita laksanakan sebagai orang yang beriman. Karena bekerja dan belajar merupakan dua kegiatan positif yang mana juga bernilai ibadah di mata Allah SWT. Seperti yang terkandung dalam Surah Az-Zariyat ayat 56:

 

Yang artinya : Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Ayat tersebut menyatakan bahwa manusia diciptakan itu untuk beribadah kepada Allah. Aktivitas sehari – hari yang dilakukan oleh orang beriman mana kala itu diluar ibadah vertikal yang ditujukan langsung kepada Allah seperti salat dan puasa, bekerja dan belajar merupakan aktivitas yang bernilai ibadah jika dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah.

Bekerja bagi dosen memiliki makna yang juga terkandung unsur belajar karena bagi seorang dosen mengajar, meneliti, dan melaksanakan pengabdian masyarakat pasti dilakukan dengan belajar terlebih dahulu untuk mempersiapkan ketiga kegiatan tri dharma perguruan tinggi itu. Dalam proses pelaksanaannya pun seorang dosen atau akademisi juga mendapatkan ilmu dan proses tersebut juga dinamakan belajar. Bahkan diakhir kegiatan pun output atau capaian perkuliahan, publikasi ilmiah baik dari penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat juga terdapat unsur belajar di dalamnya dan juga dijadikan media pembelajaran bagi rekan-rekan sejawat sesama akademisi dan juga mahasiswa. Video dan berita pengabdian juga merupakan output diantara beberapa capaian lainya yang juga dapat menggugah dan menginspirasi para akademisi lain, mahasiswa, dan masyarakat umum supaya dapat ikut berperan memajukan kegiatan yang berguna bagi masyarakat negara kita.

Bagi mahasiswa, belajar merupakan kewajiban bagi mereka agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bekal mereka kelak saat mengarungi kehidupan yang lebih dewasa. Karena belajar adalah kegiatan menuju pendewasaan diri, yaitu memiliki kepandaian atau ilmu, keterampilan, dan perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Sehingga, belajar semestinya dilalui oleh pembelajar dalam hal ini adalah mahasiswa. Perubahan tingkah laku dan tanggapan tersebut harus mengarah pada kedewasaan diri. Orang yang berilmu, memiliki keterampilan, dan tingkah laku ataupun tanggapan yang baik maka orang itu dapat dikatakan sebagai orang yang dewasa dalam arti siap untuk mengarungi kehidupan yang sebenarnya sehingga semua yang dilakukannya bernilai positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat disekitarnya.

Kampus dalam kondisi new normal pandemi Covid-19 ini merupakan tantangan bagi kita civitas academica untuk tetap istiqomah menjalani aktivitas kita, sehingga dalam bulan Ramadan ini kita dapat meningkatkan kualitas dalam diri kita dengan selalu ingat kepada Pencipta agar segala kegiatan kita lakukan akan bernilai ibadah dan memperoleh pahala dari Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Alamin.