OPINI: Pengembangan Kawasan Strategis Kelurahan

Yohanes Djarot Purbadi, Laboratorium Perencanaan Perancangan Lingkungan dan Kawasan, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Arahan Wakil Wali (Wawali) Kota Jogja Heroe Poerwadi melalui edaran broadcast 14 April 2021 terkait dengan Masterplan Gandeng Gendong menarik disimak. Ada ide penting yang patut diapresiasi yaitu pengembangan kawasan strategis atau unggulan di kelurahan. Arahannya, harus ada satu kampung di dalam setiap kelurahan dipromosikan menjadi kawasan unggulan. Tujuannya menciptakan lokomotif kemajuan untuk mendorong peningkatan pendapatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran kelurahan.

Kawasan Strategis Kelurahan

Jika selama ini kampung-kampung dianggap biasa dan sama saja, Heroe Poerwadi mendorong masyarakat melihat kampung secara berbeda. Kampung itu memiliki keunikan masing-masing. Kota Jogja melimpah kekayaannya dan itu adalah keunikan kampung-kampungnya. Kampung bisa maju dan sejahtera jika memberdayakan kekuatannya.

Selain kekayaan, kampung juga memiliki kelemahan-kelemahan atau masalah-masalah yang mendasar sejak jaman kolonial. Masalah kemiskinan di kampung nyaris menjadi masalah permanen. Kampung juga memiliki masalah spesifik: masalah sampah, stunting, kesiagaan mitigasi bencana, penyediaan infrastruktur dan akses jalan. Kampung kita berkembang jika masalah-masalah kampung diselesaikan secara efektif dan permanen.

Ide pengembangan kawasan strategis atau unggulan kelurahan diangkat. Setiap kelurahan harus mengembangkan kawasan strategis berupa satu kampung, didorong khusus menjadi lokomotif kemajuan. Kawasan unggulan direncanakan menjadi contoh bagi kampung lain, sekaligus contoh pembangunan kampung secara keseluruhan. Pengembangan kawasan strategis kelurahan ditujukan memperkuat terjadinya perubahan internal kelurahan dan sinergi antarkampung.

Arahan Wali Kota membuka kesadaran kita untuk mengenali secara mendalam keunikan dan kekayaan kampung sebagai dasar pengembangan Masterplan Gandeng Gendong. Kawasan strategis kelurahan ditargetkan menghasilkan dampak perubahan signifikan yang dinikmati warga sekelurahan (kroso). Kawasan strategis kelurahan bahkan digagas menjadi ikon kelurahan, yang berdampak luas (tumonjo) kepada kawasan sekitarnya.

Roadmap

Dalam surat edaran Wawali Kota Jogja, kata roadmap disebut berkali-kali dan harus menjadi kunci dalam setiap Masterplan Gandeng Gendong Kelurahan yang disusun 2021. Roadmap adalah peta perjalanan berisi rangkaian jejak perubahan kampung mencapai tujuan spesifik jangka waktu tertentu.

Roadmap mencantumkan rangkaian usaha yang sistematis, semakin meningkat ke arah kemajuan. Fungsi roadmap memandu perjalanan perubahan yang direncanakan (tumoto) dan ditargetkan berhasil gemilang pada akhir linimasa atau periodenya.

Dari referensi jurnal ilmiah diketahui ada sembilan macam roadmap. Ada roadmap berbasis kawasan karena tujuannya mengembangkan kawasan. Ada roadmap tematik yang tujuannya mengarahkan perubahan untuk menghasilkan kemajuan tema spesifik. Ada roadmap berbasis ruang fisik yang terlihat-teraba (tangible), ada juga roadmap tentang sistem yang tidak terlihat (intangble). Ada roadmap tentang kualitas, misalnya, roadmap kualitas kesehatan ruang publik.

Dalam cara berpikir sistem (systemic thinking), pada pengembangan kawasan strategis kelurahan dapat ditetapkan adanya roadmap kawasan dan roadmap tematik spesifik.

Roadmap kawasan sebagai roadmap keseluruhan kawasan didukung beberapa roadmap tematik spesifik sebagai bagian-bagiannya. Jika branding kawasan strategis kelurahan adalah Kampung Wisata Budaya, misalnya, maka ada beberapa roadmap tematik spesifik yang terkait langsung. Contohnya, Kampung Seni Kerajinan, Kampung Batik Tradisi, Kampung Kuliner Kreatif, yang dirumuskan sesuai mimpi masyarakat atau potensi kampung.

Sinkronisasi dan integrasi rencana-rencana dalam kawasan strategis kelurahan terjadi pada tataran roadmap kawasan dan roadmap tematik spesifik. Artinya, ada sinkronisasi substansi branding keseluruhan, yang merepresentasikan kawasan strategis, dengan branding-branding berbasis tema-tema spesifik, yang mendukungnya secara langsung.

Dalam konsep Wawali harus ada roadmap tambahan selain berbasis mimpi, yaitu roadmap berbasis masalah spesifik. Artinya, perlu dimunculkan, misalnya, roadmap Kampung Zero Waste, Kampung Zero Stunting, dan Kampung Siaga Bencana. Bahkan perlu ditambahkan roadmap Kampung Nyaman Huni, yang fokusnya menggarap tema infrastruktur dan akses jalan.

Dengan demikian, integrasi perencanaan kawasan strategis kelurahan melalui integrasi roadmap kawasan dan roadmap-roadmap pendukungnya menjadi sangat fundamental. Manfaatnya, agar perencanaan dan implementasi Masterplan Gandeng Gendong sungguh mengelola tema yang tepat dan digarap secara efektif, efisien serta berkesinambungan.

Penutup

Masterplan Gandeng Gendong diyakini menjadi strategi pembangunan kelurahan berbasis kampung ke arah kemajuan. Kawasan strategis kelurahan ditargetkan menjadi ikon sangat penting untuk menciptakan lokomotif perubahan dan mendorong kemajuan pada tataran kelurahan ke arah peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.