Karhutla Sumsel Kian Parah, Bakar 300 Hektare Lahan per Hari
Karhutla Sumsel membakar 200–300 hektare lahan per hari. Keterbatasan air dan kapasitas pemadaman menjadi kendala petugas di lapangan.
Nurul Aisyah, Dosen Prodi PAI FAI UMY
Sungguh sangat kita syukuri untuk dapat senantiasa berbahagia dengan kedatangan bulan yang penuh maghfirah ini. Ada berbagai cara dalam menciptakan rasa syukur kita pada Illahi Rabbi, yaitu di antaranya:
Pertama, selalu bersemangat dan menyemangati keluarga dan masyarakat dengan senantiasa mengajak pada kebaikan dan menebar kebaikan dengan cinta. Apa itu menebar kebaikan dengan cinta? Cinta arti yang sesungguhnya adalah memberikan kebahagiaan bukan hanya semata-mata untuk diri kita tapi justru memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Saat orang lain bahagia dengan pemberian kita misalnya, itulah cinta yang sesungguhnya. Mengingat tentang konsep zakat dan sedekah, keduanya adalah tentang menebar kebahagiaan-memberi kebahagiaan pada sesama, karena sejatinya apa yang kita beri adalah apa yang sesungguhnya akan kembali pada diri kita di dunia atau bahkan nanti di alam yang kekal, alam akhirat.
Kedua, menambah nilai diri. Dalam bidang Pendidikan, sekolah (pendidikan) hingga pelatihan ini adalah dua cara untuk menciptakan human capital-nilai tambah pada diri sosok individu yang bersangkutan. Begitupun kita sebagai hamba Allah, senantiasa dituntut untuk terus berilmu agar terus memiliki nilai tambah dalam hal keilmuan dan keagamaan, ini juga sebagai bukti rasa syukur pada Sang Pencipta Alam Semesta. Teringat seruan Allah SWT dalam Al-Qur’an Al-Mujadilah ayat 11.
Di dalam ayat tersebut terdapat kandungan bahwa Allah SWT mengangkat derajat orang yang berilmu. Maksudnya adalah Allah SWT menekankan kepada kita untuk selalu semangat dalam menuntut Ilmu karena akan ditinggikan derajatnya oleh Allah. Bahkan dalam hadis lain juga disampaikan bahwa menuntut Ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap muslim. Menuntut Ilmu adalah bagian dari menciptakan human capital, agar manusia memiliki nilai tambah dalam diri pribadinya tentu juga diimbangi dengan keimanan.
Ramadan ini mari kita tingkatkan nilai diri kita dengan istikamah dalam beribadah, menjadikan hari esok lebih baik dari hari sebelumnya, Ramadan ini memiliki ibadah yang lebih sempurna dari pada Ramadan sebelumnya, sebagai rasa syukur atas dikaruniainya kenikmatan dan kebersamaan dengan keluarga yang utuh. Di luar sana sungguh banyak yang menjalani Ramadan dengan keterbatasan-keterbatasan yang dialami bahkan saat pandemi ini. Ada yang kehilangan pekerjaannya, ada yang kehilangan sanak saudaranya atau bahkan ada yang kehilangan orang terdekat yang sungguh ia sayangi.
Tentu semua cobaan yang hadir dalam hidup ini adalah untuk mengangkat derajat pahala untuk hamba-Nya yang terus bersyukur, berkhusnudzon pada-Nya dan ikhlas dengan semua ketetapan-Nya, yang kemudian hikmah akan bisa digapai di kemudian hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karhutla Sumsel membakar 200–300 hektare lahan per hari. Keterbatasan air dan kapasitas pemadaman menjadi kendala petugas di lapangan.
Gejala penyakit jantung bawaan pada bayi bisa muncul beberapa bulan setelah lahir. Kenali tanda yang perlu diwaspadai dan pentingnya skrining.
Kemensos menargetkan 48 juta keluarga terdaftar di Perlinsos Digital pada akhir 2026. Pendaftaran bukan jaminan otomatis menerima bansos.
Sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik berbagai perguruan tinggi di Indonesia menyoroti kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi
Jogja mulai diguyur hujan pada 24 Oktober 2026. BMKG menyebut hujan dipengaruhi faktor lokal dan mengingatkan potensi cuaca ekstrem.
BPOM menerbitkan 144.863 izin edar pangan olahan pada 2024–2026 serta memeriksa 198 SPPG untuk mendukung keamanan pangan program MBG.