OPINI: Merajut Asa di Tanah Papua  

Drs. H. Widodo, MM, Badan Pelaksana Otorita Borobudur
18 Oktober 2021 06:07 WIB Drs. H. Widodo, MM, Badan Pelaksana Otorita Borobudur Aspirasi Share :

Banyak orang mengetahui atau mengenal Bumi Papua karena keindahan alam Pulau Wayaknya, dari pakaian adat kotekanya, dari satwa burung cendrawasihnya dari seni budaya yaitu patung asmatnya.

Setelah Presiden Joko Widodo membuka secara resmi PON XX di Papua, semua mata orang Indonesia tertuju ke sana. Pekan Olah Raga (PON) merupakan ajang perhelatan bidang olah raga yang diikuti oleh atlet-atlet terbaik  perwakilan dari provinsi di seluruh Indonesia. Pada arena inilah masing-masing atlet menunjukan kepiawainnya dengan saling berkompetisi untuk meraih prestasi. 

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa penyelenggaraan event di tengah suasana pandemi Covid-19 ini atmosfernya memang terasa berbeda dan lebih anyep sebab terbatasnya penonton. Guna membangun semangat bertanding bagi atlet/kontingen memang perlu berusaha lebih keras untuk menyerap energi dari penonton.

Sebagaimana disampaikan dalam pidatonya, Presiden tatkala membuka secara resmi PON XX di Stadion yang terbaik di Asia Pasifik ini, ihwal Pekan Olah Raga ini merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia. Event nasional bidang olah raga yang di gelar setiap empat tahun sekali ini merupakan panggung persatuan, panggung persaudaraan, panggung kebersamaan, panggung kesetaraan, panggung keadilan, panggung prestasi, dan panggung keragaman budaya.

Penyelenggaranan PON di Papua ini menunjukkan kemajuan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastrukturnya. Selain itu juga menunjukkan keberhasilan pembangunan Indonesia di provinsi paling timur untuk maju bersama, sejahtera bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

 

Sedangkan kemajuan Papua bukan hanya tergambar dari Stadion Lukas Enembe saja, melainkan juga dari konektivitas laut, darat dan udara.  Selain itu juga bisa ditinjau dari kemajuan sarana transportasi dan komunikasi, penguatan sinyal Wifi, pengelolaan destinasi pariwisatanya, serta tersedianya wadah kreativitas bagi generasi muda untuk mengembangan talenta-talenta yang dimiliki masyarakat di tanah Papua.


Manfaat Ekonomi

Dari kesuksesan penyelenggaraan PON XX ini, banyak hal yang bisa kita petik hikmahnya. Satu hal yang bisa dirasakan langsung adalah multiplier effect-nya. Dampak dari penyelenggaraan event besar berskala nasional ini adalah manfaat ekonomi yang bisa dirasakan mulai dari para pengusaha sampai pada tataran grass road

Berbagai sektor  yang ada di masyarakat semua tergerak dalam mendukung acara ini. Bidang-bidang tersebut antara lain bidang UMKM, kesehatan, seni dan budaya, transportasi, akomodasi, pariwisata, kuliner, sosial media, tehnologi dan informasi serta yang tak kalah pentingnya adalah bidang keamanan.

Selain itu ada pesan moral yang juga bisa kita ambil sebagai pelajaran dari perhelatan olah raga tingkat nasioanal yang pertama kali dilaksanakan di wilayah Indonesia paling timur ini.

Semula banyak orang yang meragukan, banyak yang tidak percaya, banyak yang mengira tidak akan bisa terlaksana. Namun berkat kerja keras, kerja tuntas, kerja sportivitas, kerja iklas, dari berbagai pihak pemangku kepentingan serta dukungan semua eleman masyarakat akhirnya terbukti bahwa PON XX berhasil sukses dilaksanakan. Hal ini menunjukkan kesetaraan, kebersamaan, pemerataan pembangunan, pemerataan ekonomi, sosial dan budaya, serta merupakan potret persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Adapun pesan politik atas penyelenggaraan PON XX Papua adalah kaum separatis yang ingin memisahkan Papua dari NKRI harusnya "bisa melihat" bahwa Papua, secara keseluruhan sudah dibangun hingga kondisi fasilitas yang penuh sebagaimana yang “sedang dipamerkan" melalui PON Papua. 

Dunia internasional yang sering coba-coba ikut campur dan mengompori sebagian orang-orang Papua agar selalu bikin kerusuhan, akan "melihat realita Papua Modern" yang sesungguhnya. Papua akan senantiasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Republik Indonesia.

PON Papua 2021 baru saja di buka, perjuangan masih panjang. Asa para atlet dari masing-masing kontingen wakil provinsi untuk meraih prestasi dan pulang membawa medali masih terbuka. 

Untuk menunjukkan yang terbaik masih banyak peluang dan kesempatan. Namun demikian harus tetap mengedepankan jiwa sportivitas dan solidaritas.

Semoga berbagai fasilitas olah raga yang sudah di bangun dengan susah payah ini, setelah PON selesai di gelar, aset-aset sarana olah raga dan ekonomi kreatif sebagai wadah pengembangan talenta para generasi muda yang ada di tanah Papua ini tetap terpelihara dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Torang pasti bisa.