Advertisement

OPINI: Strategi Membangun Destinasi Wisata Melalui Penguatan Homestay

Sigit Widiyanto, Jabatan Fungsional Ahli madya Adyatama, Kemenparekraf
Rabu, 14 September 2022 - 06:07 WIB
Maya Herawati
OPINI: Strategi Membangun Destinasi Wisata Melalui Penguatan Homestay Sigit Widiyanto, Jabatan Fungsional Ahli madya Adyatama, Kemenparekraf

Advertisement

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar event Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Anugerah Desa Wisata Indonesia 2022 tahun ini merupakan tahun ke dua diluncurkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Pada sambutannya Menteri Parewisaata dan ekonomi kreatif Sandiaga Uno pada tanggal 18 Februari 2022, dalam acara ini Menparekraf  memberi sambutan bahwa semagat dan kebangkitan Pariwisata Indonesia menyebarkan kreativitas unggulan yang dimiliki desa wisata

Kategori tersebut antara lain: penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability), Desa Digital, Souvenir (Kuliner, Fesyen, Kriya), Daya Tarik Wisata (Alam, Budaya, Buatan), Konten Kreatif, Homestay, dan Toilet.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Melalui Anugerah Desa Wisata ini diharapkan semua desa wisata akan berlomba lomba untuk memperbaiki diri agar menjadi desa wisata yang siap untuk menerima wisatawan dari Nusantara maupun mancanegara. Salah satu yang kita bahas di sini adalah tentang homestay sebagai bagian dari daya tarik wisata sekaligus sebagai penggerak perekonomian masyarakat setempat.

Homestay atau Sahunta (Sarana Hunian Wisata) merupakan tempat yang diusahakan oleh penduduk untuk tempat menginap bagi wisatawan. Melalui homestay ini masyarakat dapat tinggal dan menikmati living di perdesaan. Suasana desa dan kesenian budaya merupakan bagian dari atraksi yang menyebabkan daya tarik wisata. Berbeda dengan hotel yang hanya menjual akomodasi sebagai tempat menginap. Dengan melalui homestay pergerakan masyarakat di desa menjadi lebih dinamis dan memunculkan jiwa kreatif dalam rangka membangun desanya.

Dari analisis dari Kemenparekraf diperlukan berberapa strategi yang harus dikembangkan agar homestay dapat tumbuh dan mampu memberdayakan masyarakat.

Pertama, diperlukan pengelolaan homestay atau sahunta terpusat, Sekarang ini homestay banyak dikelola oleh orang orang yang  belum berpengalaman. Oleh karena itu diperlukan pengelola yang dapat mengkoordinasi penyedia, mengelolaan dan mengembangkan homestay. Melalui pengelola ini kualitas homestay dapat ditingkatkan dengan standar yang bertaraf internasional. Pengelola inilah yang akan mengkoordinasi masyarakat untuk dapat memberikan program pengembangan yang seperti kondisi di lapangan. Melalui Pengelola ini akan dapat diatur bagaimana penguatan SDM dan membuat agenda kepelatihan, penyediaan fasilitas homestay yang memadai, CHSE, promosi baik melalui promosi langsung maupun melalui Internet, sehingga jangkauan pemasarannya menjadi lebih luas.

Kedua, membentuk asosiasi homestay di setiap desa, hal ini dikarenakan dalam pengelolaan homestay akan melibatkan dari berbagai pihak baik dari komunitas, masyarakat, pemda serta Pemerintah Pusat. Adanya asosiasi akan mempermudah dalam memajukan keberadaan homestay di suatu daerah.

Program program baik dari pemerintah daerah maupun dari Pemerintah Pusat. Hal ini memudahkan dalam pembinaannya dikarenakan dengan adanya asosiasi berbagai kebutuhan homestay menjadi tersampaikan secara baik.

Advertisement

Di samping itu adanya asosiasi akan memberi dampak pada penerangan kepada masyarakat terhadap keuntungan mempunyai homestay hal ini akan menyebabkan  semakin meluasnya pandangan masyarakat terhadap homestay sehingga mereka tumbuh keinginan untuk dapat membangun homestay sendiri. Hal ini akan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat.

Ketiga, mengembangkan wisata budaya berbasis kearifan lokal. Keberadaan homestay juga akan berdampak pada semakin terjaganya kearifan lokal di daerah destinasi wisata. Kebutuhan bagi atraksi wisatawan akan seni budaya setempat telah memicu anggota masyarakat untuk semakin melatih diri untuk menguasai berbagai seni budaya setempat sehingga banyak anggota masyarakat yang terlibat dalam pengembangan seni budayanya.

Di samping hal tersebut, juga akan terpelihara kearifan lokal seperti bagaimana nenek moyang mereka memelihara lingkungan hidupnya melalui pamali atau cerita rakyat yang diciptakan nenek moyang untuk memelihara lingkungan alamnya.

Advertisement

Oleh karena itu untuk memaksimalkan pelayanan terhadap wisatawan untuk mengeksplorasi keindahan alam daerah tersebut, dibuatlah paket wisata, Melalui paket wisata ini anggota masyarakat yang terlibat dalam melayani atraksi wisata tersebut  semakin banyak.

Hal ini menyebabkan masyarakat setempat yang mendapat keuntungan dari keberadaan homestay menjadi semakin banyak.

Keempat, membantu masyarakat lokal dalam mengembangkan usaha mikro lainnya, keberadaan homestay akan memancing masyarakat untuk membuka restoran, kafe, pembuatan suvenir sebagai cendera mata, usaha laundry.

 

Advertisement

Lapangan Kerja

Hal ini menyebabkan keberadaan homestay berfungsi membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan munculnya lapangan pekerjaan baru ini akan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam dunia kepariwisataan. Keberadaan homestay telah mengubah mindset masyarakat dari tadinya ber-mindset  pertanian ke mindset pariwisata.

Kelima, mengatur transportasi berangkat dan pulang dari destinasi wisata sehingga melalui transportasi  yang diatur maka akan menjadikan keuntungan bagi masyarakat setempat. Keterlibatan penduduk setempat dalam mengantar wisatawan yang sudah diatur menyebabkan pertumbuhan perekonomian masyarakat yang baik. Untuk menarik wisatawan maka diperlukan mode transportasi yang baik.

Advertisement

Bentuk transportasi yang cocok di daerah tersebut dapat melalui ojek ataupun bentuk angkutan yang lain seperti minibus yang terbuka sehingga wisatawan dapat dengan lega melihat pemandangan, jip di mana wisatawan dapat melalui jalur ekstrem, ataupun melalui kendaraan lokal seperti dokar, andong, pedati dan lain-lain.

Melalui pengaturan yang baik maka kehadiran wisatawan akan merasa dimudahkan dan akan menjadi kenangan yang baik.

Dari strategi membangun homestay maka dapat dikatakan bahwa homestay tidak hanya sebuah akomodasi dalam berekreasi akan tetapi di dalam rekreasi dengan tinggal di homestay kita dapat belajar dan melihat berbagai atraksi kehidupan di suatu desa mulai dari kehidupan sehari hari dari masyarakat bangun tidur, apa yang menjadi pekerjaannya, seperti bertani, berkebun, berternak, dan bagaimana masyarakat tersebut memelihara lingkungan hidupnya melalui upacara upacara adat.

Sehingga dalam rangka mencapai pondasi yang kuat pariwisata Indonesia berkelanjutan maka diperlukan pembangunan homestay yang didukung oleh segenap lapisan masyarakat.

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dispar DIY Dorong Wisata Berwawasan Lingkungan dan Inklusif

Sleman
| Selasa, 27 September 2022, 13:47 WIB

Advertisement

alt

Netflix Bocorkan 120 Konten Baru yang Akan Dirilis

Hiburan
| Selasa, 27 September 2022, 11:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement