ESDM Waspadai Antrean BBM di Jatim, Malang hingga Blitar
ESDM menyoroti antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut tuntas dalam 1–2 hari.
Ilustrasi sistem pembayaran QRIS/Freepik
Kabar gembira tengah menghampiri wisatawan Indonesia dan Thailand. Bank Indonesia dan Bank of Thailand secara resmi telah meluncurkan kerja sama pembayaran berbasis QR code antarnegara pada akhir Agustus 2022. Pelancong kedua negara kini tidak perlu lagi repot menukarkan mata uang saat akan bertandang ke negara tetangga.
Sinergi ini memungkinkan turis Negeri Gajah Putih melakukan pembayaran dengan cara memindai QRIS merchant Indonesia mengggunakan aplikasi pembayaran Thailand. Demikian sebaliknya, turis Indonesia cukup memindai Thai QR Codes di merchant Thailand dengan menggunakan aplikasi pembayaran Indonesia.
Bagi Indonesia, pencapaian ini merupakan milestone penting dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Inisiatif ini memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna transaksi pembayaran lintas negara. Selain itu, pembayaran dengan QR code antarnegara juga menjanjikan biaya yang lebih efisien dibandingkan metode lainnya, seperti kartu kredit, tarik tunai ATM di luar negeri, serta transaksi penukaran uang.
Dari perspektif makro, langkah tersebut sejalan dengan semangat kolektif menuju visi Konektivitas Pembayaran Asean (Asean Payment Connectivity). Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia dan Filipina merupakan lima negara first mover dalam inisiatif ini. Kelima negara tersebut akan berkolaborasi menciptakan ekosistem pembayaran lintas negara berlandaskan skema penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal (local currency settlement).
Agenda Konektivitas Pembayaran Asean sejatinya digagas sebagai pionir sistem pembayaran antar negara yang tengah dibahas di forum G20. Topik ini telah mendapat atensi dari berbagai negara sejak Presidensi G20 Arab Saudi tahun 2020. Sayangnya, hingga saat ini pembahasan masih pada tahap perencanaan. Oleh karena itu, terobosan kelima negara Asean untuk mewujudkannya lebih awal dalam lingkup yang lebih kecil patut diapresiasi.
Setali tiga uang, kerja sama lintas bank sentral di Asean tersebut sekaligus menjawab permasalahan utama dari kondisi pembayaran lintas negara saat ini. Misalnya, tingginya biaya transaksi, waktu proses yang lama dan keterbatasan akses. Di samping itu, aspek lemahnya transparansi akibat perbedaan proses bisnis, waktu operasional serta kurangnya persaingan pelaku pasar juga pantas mendapatkan perhatian khusus.
Ruang perluasan pembayaran lintas negara di Asean masih terbuka lebar. Peluang ini didorong oleh masifnya infrastruktur pembayaran cepat (fast payment) yang disediakan bank sentral. Per definisi, sistem ini memfasilitasi pembayaran ritel secara real-time, serta tersedia 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.
Kerja sama Monetary Authority of Singapore dan Bank of Thailand dapat menjadi contoh studi kasus. Sistem pembayaran cepat kedua bank sentral, yaitu PayNow Singapura dan PromptPay Thailand telah resmi terkoneksi pada April 2021. Melalui kolaborasi ini, transfer dana dapat dilakukan hingga S$1.000 atau THB 25.000 di kedua negara.
Menariknya, proses transfer dana lintas kedua negara cukup menggunakan nomor ponsel. Pengguna tidak perlu mengisi nama lengkap penerima dan detail rekening bank. Transfer dana dapat dilakukan kapan saja dengan proses pengiriman selesai dalam hitungan menit.
Manfaat lain yang dapat dipetik dari kerja sama ini ialah efisiensi biaya transaksi. Interkoneksi sistem pembayaran cepat kedua negara memungkinkan biaya transfer ditekan hingga 3%. Angka tersebut lebih rendah dibanding jalur konvensional yang mencapai 10%—15%. Tak pelak, roda ekonomi niscaya akan berputar lebih kencang seiring dengan ongkos transaksi yang kian melandai.
Indonesia siap menyongsong tren kolaborasi serupa. Pasalnya Bank Indonesia telah meluncurkan sistem pembayaran cepat bernama BI-FAST. Berita baiknya total peserta BI-FAST sudah mencapai 77 peserta hingga Agustus 2022 dan mewakili 85% dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional. Artinya, tatkala kerja sama pembayaran cepat kelima bank sentral Asean resmi diluncurkan, mayoritas pemain domestik telah siap menyambutnya.
Oleh sebab itu, kehadiran visi Konektivitas Pembayaran Asean seakan menegaskan sebuah pesan penting. Kelima bank sentral Asean berkomitmen untuk menghadirkan sistem pembayaran lintas negara yang cepat, mudah, murah, aman dan handal di kawasan Asia Tenggara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
ESDM menyoroti antrean BBM di Malang, Jember, dan Blitar. Pemerintah menargetkan persoalan tersebut tuntas dalam 1–2 hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 23 Oktober 2026, lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Simak juga panduan naik KRL untuk pemula.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 23 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Jadwal KA Bandara YIA 23 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Yusaku Yamadera ingin mendapat menit bermain reguler di PSIM Jogja. Ia juga menilai tim perlu mencari solusi menghadapi persaingan Super League.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 23 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jam keberangkatannya.