Banyak Kasus Penipuan Haji, KBIH Bisa Langsung Dicabut Izinnya
Kemenhaj RI akan mencabut izin KBIH yang terlibat penipuan haji. Simak penjelasan lengkap dan kasus yang terjadi di sini.
Endro Dwi Hatmanto, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMY/Istimewa-UMY
Dalam bukunya The loss of happiness in market democracy, Robert A Lane, seorang professor dalam ekonomi politik, menulis telah terjadi The paradox of economic growth atau paradoks pertumbuhan ekonomi orang-orang modern.
Lane berargumentasi pertumbuhan ekonomi yang masif tidak serta merta membuat manusia modern menjadi lebih bahagia. Hal ini disebabkan oleh apa yang disebut sebagai hedonistic treadmill, yakni ketika manusia modern semakin banyak memiliki uang dan kekuatan finansial, semakin bertambah pula keinginan-keinginannya untuk dipuaskan dan dipenuhi. Akibatnya, begitu satu keinginan terpenuhi, keinginan lain minta dipenuhi, begitu seterusnya sehingga manusia modern tidak akan pernah merasa puas dalam memenuhi keinginannya. Tidak mengherankan ada orang yang sudah kaya raya tapi masih melakukan korupsi karena ketamakan dalam memenuhi nafsu dan keinginan.
Pemenuhan kebutuhan yang tiada henti akibat paradoks pertumbuhan ekonomi dalam masyarakat kita hari ini ditandai dengan gaya hidup hedonisme dan ‘flexing’. Gaya hedonisme mengajarkan bahwa tujuan hidup adalah untuk bersenang-senang. Nasihat menyesatkan disebarkan melalui media: “YOLO”; You Only Live Once; Anda cuma hidup sekali, maka bersenang-senanglah. Parahnya, gaya hidup mewah ini sering sekali diikuti oleh gaya hidup flexing yakni memamerkan kemewahan di media sosial seperti pamer piknik keluar negeri, mobil mewah, rumah mewah dan tas branded. Gaya hidup mewah yang dipamerkan ini memancing orang lain untuk tidak mau kalah karena mereka sudah terinfeksi penyakit modernisme yang lain yaitu FOMO (Fear of Missing Out). Akibatnya banyak orang yang berlomba-lomba dalam pamer kemewahan di saat banyak orang lain yang hidup dalam kekurangan.
Perilaku-perilaku manusia di era krisis modernisme saat ini tentu berbanding terbalik dengan ajaran agama. Contohnya, Nabi Muhammad mengajarkan cara hidup yang sederhana dan tidak mengumbar kemewahan. Al-Qu’ran juga mengajarkan kita untuk tidak hidup secara boros (QS. Al Isra: 27).
Ibadah puasa dapat menjadi solusi bagi perilaku menyimpang seperti hedonisme, boros dan flexing. Dalam bukunya Secrets of Divine Love, A. Helwa (2021) mengatakan puasa tidak hanya mengontrol anggota badan dari lapar haus dan keinginan syahwat biologis, tetapi juga pikiran. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah yang menyiratkan bahwa banyak orang yang orientasi puasanya hanya puasa fisik namun tidak sampai pada puasa akal dan pikiran.
A. Helwa lebih lanjut mengatakan: “Puasa bukan hanya menahan diri dari kebutuhan fisik namun puasa juga tentang menyucikan indra-indra kita dari keserakahan”. Puasa mencegah manusia dari gaya hidup hedonis, perilaku koruptif, pamer harta benda, dan penyakit-penyakit di era modernisme. Semoga kita dapat menjadi manusia dengan sikap mental dan perilaku yang lebih mulia dengan berpuasa Ramadan.
*Endro Dwi Hatmanto, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMY
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhaj RI akan mencabut izin KBIH yang terlibat penipuan haji. Simak penjelasan lengkap dan kasus yang terjadi di sini.
Biodiesel B50 mulai berlaku 1 Juli 2026. Simak perbedaan dengan B40, manfaat, risiko, kendaraan yang kompatibel, serta dampaknya bagi pengguna diesel.
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi target serangan siber besar. Penggemar perlu waspada terhadap tiket palsu, phishing, dan pencurian data.
Agnez Mo resmi bergabung sebagai pengisi suara film animasi Hollywood Groove Tails bersama Ansel Elgort dan Halle Bailey.
Cari mobil dengan bagasi luas? Simak 9 rekomendasi terbaik 2026 mulai Toyota Innova Zenix, Honda CR-V, Ertiga Hybrid hingga Hyundai Staria.
Instagram resmi meluncurkan fitur Multiple Captions di Indonesia. Pengguna kini bisa menambahkan caption berbeda pada setiap slide carousel.