Pentingkah Peran Kaum Milenial dalam Menyukseskan Pemilu?

Ilustrasi generasi milenial. - techcrunch.com
11 April 2019 22:02 WIB Farah Adibah Maulani Suara Mahasiswa Share :

Pesta demokrasi sebentar lagi akan diselenggarakan. Sudahkah Anda memiliki calon legislatif yang akan Anda pilih sesuai dengan hati nurani Anda? Banyaknya calon legislatif dari tingkat DPRD Kabupaten sampai DPR RI, membuat banyak orang bingung dengan calon pemimpin yang benar-benar relevan untuk menjadi wakil rakyat mereka. Terutama generasi milenial yang baru akan memberikan hak pilihnya pada pemilu kali ini untuk pertama kalinya.

Menurut hasil survey Politik LIPI, sekitar 35% sampai 40% atau sekitar 80 juta dari 185 juta pemilih pada pemilu kali ini didominasi oleh kaum milenial. Angka yang cukup menggiurkan bagi para calon legislatif untuk memperebutkan suara mereka sehingga alangkah pentingnya sosialisasi dan iklan yang menarik kaum muda untuk menyumbangkan hak pilihnya kepada calon yang tepat.

Menurut saya, saat ini semakin banyak kaum muda yang mulai sadar dengan perubahan yang dapat diberikan melalui perhelatan pemilu. Namun, rasa ingin tahu akan rekam jejak para kandidat terkadang masih belum terbayarkan ketika hanya melihat iklan partai maupun kandidat yang dipasang di sepanjang jalanan kota maupun kampung.

Alangkah lebih baik jika para kandidat menyampaikan visi misi mereka jika terpilih menjadi wakil rakyat, melalui berbagai media seperti media massa maupun media sosial. Selain itu juga dicantumkan rekam jejak yang telah mereka lalukan, sebelum memutuskan menjadi calon legislative. Supaya generasi muda dapat mengenal lebih jauh para kandidat dan dapat meyakini bahwa mereka telah memilih pilihan yang tepat. Upaya ini juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi kemungkinan golput pada pemilu mendatang.

Peran kaum milenial dalam menyukseskan pemilu tahun ini sangat penting karena banyaknya pemilih pemula yang belum pernah memiliki pengalaman untuk berpartisipasi dalam pemilu sebelumnya. Kesadaran yang terus dipupuk oleh generasi milenial harus terus dikembangkan. Supaya ketika pemilu tiba, tercipta lebih banyak pemilih yang demokratis. Satu suara yang kita berikan dapat memberikan dampak yang besar bagi Bumi Pertiwi.

*Penulis merupakan mahasiswi Ilmu Hukum Universitas Terbuka (UT)