OPINI: Kematian Pasti Datang

Ilustrasi akta kematian. - Harian Jogja
10 Mei 2019 06:37 WIB Suciati Hikmah Ramadan Share :

Setiap makluk Tuhan pasti kelak akan mencapai ajalnya. Tak satupun bisa mengelaknya. Ada satu hal yang bisa dijadikan renungan bagi kita yang beriman: Q.Surat Ali Imran 185 dan QS Al Anbiya’: 35.
|
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan.

Suatu saat, saya berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan muslimah yang pernah mengalami mati suri. Adapun yang ingin saya ketahui adalah seputar apa yang terjadi dan apa yang dialami oleh mereka di tengah-tengah kematisuriannya.

Dengan bercermin pada pengalaman spiritual mereka, saya berkesimpulan bahwa tidak satupun makhluk yang bisa mengelak atas adanya kehidupan setelah kematian. Hanya saja kita tidak akan tahu bagaimana kehidupan kita kelak. Informan yang pernah mengalami mati suri ini memiliki pengalaman unik sendiri-sendiri. Akhirnya saya sampai pada perenungan, apakah memang ada orang-orang  yang benar-benar pernah mengalami mati kemudian hidup kembali?

Saya berusaha mencari beberapa narasumber yang kredibel untuk mencari jawaban atas pertanyaan dan keresahan saya ini. Mereka berkeyakinan bahwa memang ada orang-orang tertentu yang diberi anugerah oleh Tuhan untuk mengalami kejadian yang sering disebut sebagai mati suri atau Near Death Experience (NDE) atau Near Death Survival (NDS) atau Out of Body Experience (OBE).

Bahkan hal ini diperkuat dengan penelitian di luar negeri. Hal ini dibuktikan oleh sebuah badan statistik di Amerika yang mencatat bahwa hingga kini ada sekitar 8-12 juta orang mengalami NDE, sementara di Inggris, tujuh dari 10 orang percaya bahwa hidup sesudah mati itu benar ada.

Bagaimana dengan di Indonesia? Belum ada satu lembaga pun yang mencatat dan mengumpulkan data para peserta NDE sejauh ini. Juga belum ada survei resmi (ataupun gelap) berapa banyak sesungguhnya orang Indonesia yang meyakini dan mengingkari adanya kehidupan setelah mati. Hanya saja, kembali kepada keyakinan para ahli agama tadi: Kecuali kesaksian dari orang-orang tertentu yang diberi kuasa oleh Allah untuk mengalami mati suri, maka gambaran kehidupan sesudah mati bisa kita lihat (baca) melalui ayat-ayat di kitab suci berbagai agama.

Ajaran agama yang menyebutkan bahwa ada siksa kubur dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam kubur, menjadi sesuatu yang relevan dan kemudian terasa masuk akal setelah cerita dari orang-orang yang mengalami matisuri terungkap. Artinya ada kecocokan antara yang diinformasikan di kitab suci dengan pengalaman arang-orang yang mati suri.

Mati Suri
Raymond A Moody, filosof dan psikolog asal Amerika, yang melakukan penelitian terhadap orang-orang matisuri kemudian menuliskannya dalam buku Life after Life pada 1975. Ia mengatakan ada sembilan elemen yang ditemui oleh mereka yang (pernah) mati suri.

Elemen pertama adalah suara aneh. Elemen kedua, kedamaian dan kehilangan rasa sakit. Elemen ketiga sampai kesembilan, berturut-turut: pengalaman keluar dari tubuh, pengalaman dalam terowongan, terangkat cepat ke atas, manusia cahaya, wujud cahaya, ulasan kehidupan, dan desakan untuk kembali.

Dalam buku Psikologi Kematian, Komaruddin Hidayat mencoba menyarikan tentang hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan kehidupan setelah kematian. Rangkuman tersebut berasal dari hasil wawancara beliau dengan orang-orang yang pernah mengalami mati suri.

Hal-hal tersebut seperti, diperlihatkan catatan amalnya selama hidup; ditagih terhadap sekian janji dan utang yang belum terpenuhi; balasan terhadap orang yang memakan barang haram dan mengambil hak orang lain; diingatkan agar hati-hati menjaga lisan agar tidak mudah menyakiti dan memfitnah sesama; manfaat ikhlas dan doa tulus anak-anak sholeh; serta kecintaan dan keikhlasan dari anggota keluarga.

Kemenarikan kisah mati suri, bisa kita ambil hikmahnya. Hikmah-hikmah tersebut adalah muhasabah dan dzikrul maut. Dalam ber-muhasabah kita akan berpikir bahwa bukan saja kesuksesan dunia yang kita kejar, namun amal untuk akherat sangat perlu juga kita pikirkan. Hal ini sesuai dengan QS Al Hasyr: 18

Ayat tersebut mengajarkan kepada kita tentang pentingnya introspeksi. Introspeksi ini akan bermakna koreksi terhadap (sikap, perbuatan, kelemahan, kesalahan) diri-sendiri. Adapun introspeksi harus dilakukan setiap saat, tidak dalam waktu khusus, misalnya ulang tahun atau pergantian tahun.
Demikian pula dengan Lima Misteri Illahi, harus juga kita imani. Misteri Illahi yang lima itu meliputi : Misteri Illahi di alam roh, alam rahim, alam dunia, alam barzah, dan alam akherat ( Suara Muhammadiyah No. 07, th ke-95, April 2010). 

Dengan demikian manusia tidak mungkin lagi untuk mengelak apa yang dilakukan hari ini. Hari ini kita masih hidup, kemudian dimatikan, dan dihidupkan kembali  di hari akhir. Sekali lagi bahwa kematian itu di tangan Allah. Kita tidak akan mengetahui kapan dan dimana kita akan mati termasuk kematian yang kedua untuk orang-orang yang pernah mati suri. Hanya Allah yang tahu.


*Penulis merupakan dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta