SUARA PEMBACA: Gowes Tertib dan Teratur

Ilustrasi. - Ist/Freepik
03 Juli 2020 18:37 WIB Bhekti Suryani Aspirasi Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kini kegiatan bersepeda (gowes) jadi pilihan aktivitas yang sedang ngetren. Bukan hanya untuk menjaga stamina tubuh agar tetap bugar di tengah Covid-19, namun telah menjadi gaya hidup (lifestyle) bagi sejumlah kalangan.

Rasanya belum afdal jika tak ikut bersepeda, begitu ungkap sejumlah teman. Di berbagai tempat, bahkan lintas negara, fenomena ini mampu mendongkrak penjualan sepeda berikut kebutuhan sparepart pendukung kendaraan kayuh tersebut.

Bersepeda memang mengasyikkan. Apalagi bersama teman, sahabat, rekan sejawat atau kerabat, menyusuri lorong jalan yang selama ini menjadi ikon sebuah wilayah tertentu, yang tak bisa dinikmati saat mengendarai moda transportasi bermesin, karena lebih berkonsentrasi dengan laju kendaraan, terlena sedikit saja, akibatnya fatal.

Dengan bersepeda, kita bisa melihat, mengamati hingga sejenak berhenti untuk merekam yang terjadi di salah satu ujung gang yang dirasa unik, khas dan layak upload media sosial. Bersepeda juga tak berisik, sehingga terasa nyaman berjalan sembari berbincang tanpa perlu teriak.

Ada hal yang harus mendapat perhatian, pun perlu dipraktikkan para pegowes, khususnya di tengah hiruk jalanan kota, yakni tertib berlalu lintas. Sejumlah pegowes mungkin masih terkesan abai saat berkendara, sehingga sambil bercanda tak terasa sepedanya menjorok ke tengah dan bersenggolan dengan kendaraan di samping atau yang berlawanan arus. Sejumlah media mencatat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) pegowes meningkat. Tentu ini sebuah keprihatinan.

Saatnya, meski hanya "motor angin", tetap harus tertib berkendara. Jika berombongan, ya tetaplah maksimal berjajar dua. Jangan berlebih hingga memenuhi separuh badan jalan. Bersepeda dengan santai, hindari bermain ponsel hingga saling kebut-kebutan. Berikan trotoar untuk pejalan kaki, bukan malah "direbut" dan menjadi jalur sepeda.

Bawa kantong sampah sendiri untuk menghindari buang sampah di jalanan. Berhenti saat traffic light menyala merah. Juga, beri kesempatan pengguna jalan yang lain berlalulintas secara nyaman.

Selamat bersepeda. Semoga beragam hal unik dan khas mampu terekam dari aktivitas mengayuh ini.

AG.Irawan
Perum Puridomas, Wedomartani, Ngemplak, Sleman