Strategi Mencapai Flourishing di Bulan Ramadan

Anita Aisah, Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Allah memberikan kebahagiaan melalui berkah yang ada di bulan Ramadan. Pada bulan ini, segala amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Kebahagiaan umat manusia saat memasuki bulan Ramadan juga karena bulan dikabulkannya doa. Segala permintaan yang dipanjatkan oleh manusia akan dikabulkan oleh Allah. Segala keberkahan yang ada di bulan Ramadan seharusnya bisa membuat manusia bahagia.

Bulan Ramadan kali ini memasuki bulan kedua Ramadan di masa pandemi. Sebagian manusia sudah menyesuaikan diri dengan baik pada kondisi ini, ada pula yang belum mampu. Berdasarkan tiga zona posisi individu selama masa pandemi Covid-19, penulis berharap para pembaca sudah memasuki zona bertumbuh. Berdasarkan Anastasia Ediati, individu pada zona bertumbuh ini sudah mampu menyesuaikan diri dengan perubahaan, mulai memikirkan orang lain dan berusaha membantu mereka serta merasakan mindfulness dalam hidup. Berdasarkan ciri-ciri individu yang sudah memasuki zona bertumbuh, maka penulis akan mengenalkan istilah flourishing.

Flourishing, salah satu istilah dalam Psikologi Positif, merupakan suatu kondisi dimana individu dapat mengembangkan diri secara maksimal. Flourishing, menurut Martin Selligmen, merupakan konsep yang melebihi kebahagiaan dan kesejahteraan psikologi. Apabila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, flourishing memiliki arti “berkembang dengan optimal, semangat, berhasil dan berada dalam kondisi prima”.

Individu perlu menggunakan beberapa strategi agar mencapai flourishing di bulan Ramadan dan bulan-bulan berikutnya. Berdasarkan Ackerman ada tiga strategi yang dapat mendukung individu untuk mencapai flourishing. Strategi pertama adalah melakukan pekerjaan dengan niat untuk memperluas dan meningkatkan dukungan sosial. Pada bulan Ramadan ini, individu bisa melakukan ibadah bersama-sama, misalnya dengan teman, keluarga maupun pasangan. Ujian yang masih dihadapi di bulan Ramadan di masa pendemi, apabila ada dukungan sosial, maka akan terasa ringan.

Strategi yang kedua adalah berkomitmen untuk melakukan kebaikan dalam hidup. Individu perlu merencakan acara yang bermakna dan memuaskan dalam hidup. Tetapkan tujuan untuk mencapai tonggak dalam hidup yang penting bagi individu.

Pada bulan Ramadan juga momen terbaik untuk melakukan kebaikan pada orang lain. Allah juga mewajibkan umat manusia bisa berbagi melalui zakat fitrah.

Strategi yang ketiga adalah tingkatkan tujuan dan makna hidup. Putuskan apa yang paling berharga dan berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai ini pada saat bekerja, belajar dan mencintai. Individu dipastikan mampu menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai yang ditetapkan oleh individu.

Pada konteks melakukan aktivitas di bulan Ramadan, individu perlu meningkatkan makna dan tujuannya. Pada konteks berdoa selama bulan Ramadan, berusahalah untuk menetapkan tujuan bukan hanya ritual semata. Salah satu contoh tujuannya adalah sebagai upaya lebih dekat dengan Allah.

Bulan Ramadan ini merupakan kesempatan umat Islam agar bisa mencapai flourishing. Individu yang mengalami flourishing akan merasakan setiap pengalaman hidupnya bernilai dan mengarahkan pada pencapaian hidup. Pencapaian hidup adalah kebahagiaan di akhirat.

Individu yang flourish juga memiliki hubungan positif dengan orang lain dan berkontribusi pada kegiatan masyarakat. Sebaliknya menurut Keyes (2002), jika individu memiliki tingkat flourishing yang rendah, dua kali lebih rentan mengalami depresi.

Mari kita merasakan pengalaman-pengalaman melakukan ibadah dengan penuh makna, sehingga akan tercapai pada tingkat flourishing. Selamat Ramadan, semoga kita bisa meraih kemenangan.