OPINI: Menggunakan Kartu Kredit Tanpa Lilitan Utang

Ilustrasi kartu kredit - JIBI/Bisnis Indonesia/Abdullah Azzam
08 November 2018 07:25 WIB Ignatia Ryana Widyatini Aspirasi Share :

Saat ini memiliki kartu kredit bukan lagi hal yang sulit. Sebagian besar orang yang berpenghasilan tetap pasti sudah terbiasa bertransaksi dengan kartu kredit dan bahkan memiliki beberapa kartu kredit. Dulu untuk dapat memiliki kartu kredit, seseorang wajib berpenghasilan tinggi atau mempunyai saldo tabungan mengendap yang cukup besar. Saat ini apply kartu kredit dari berbagai bank terpercaya syaratnya sangat mudah dan fleksibel. Hal utama yang dibutuhkan adalah sudah berpenghasilan tetap dan memiliki alamat domisili yang jelas.

Kemudahan memiliki kartu kredit tentu saja akan memengaruhi gaya hidup seseorang. Bagaimana tidak, setiap transaksi berbelanja hanya perlu diselesaikan dengan gesekan kartu plastik. Tentu saja pemegang kartu kredit akan memiliki kecenderungan bergaya hidup konsumtif. Selalu ada risiko untuk perilaku konsumtif yang tidak disertai dengan kontrol yang baik.

Ingat, setiap transaksi Anda yang dibayar dengan kartu kredit, artinya Anda berutang sesuai dengan nominal belanja. Setiap utang memerlukan pelunasan, jika tidak di-manage dengan baik akan sama halnya dengan membangun gunung utang.

Jika Anda pemegang kartu kredit, Anda harus memahami betul apa saja keuntungan penggunakan kartu kredit termasuk risikonya. Terdapat beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan Anda dalam permohonan pengajuan kartu kredit. Terutama bagi Anda yang hendak mengajukan kartu kredit pertama kali.

Sesuaikan limit kartu kredit dengan penghasilan Anda. Idealnya limit kartu kredit Anda adalah sebesar 10% - 20% dari penghasilan.

Memastikan penghasilan mampu mengover tagihan adalah hal yang paling utama. Setiap transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit pada bulan ini adalah utang yang harus Anda lunasi di bulan berikutnya atau pada tanggal jatuh tempo. Jika pada tanggal jatuh tempo Anda tidak mampu membayar seluruh tagihan, maka tagihan tersebut akan ditagihkan kembali pada berikutnya beserta biaya bunga dan bunga keterlambatan.

Jika kemudian Anda melakukan transaksi lagi sebelum tagihan bulan kemarin lunas, artinya Anda harus siap dengan tagihan dobel berikut dengan bunganya. Begitu seterusnya hingga tagihan Anda semakin besar karena terdapat biaya bunga dikenakan.

Terdapat dua bunga yang akan dikenakan atas tagihan Anda, yaitu biaya bunga pinjaman dan biaya bunga keterlambatan. Sistem perhitungan bunga menggunakan perhitungan “bunga-berbunga” per hari. Bagaimana, apakah Anda sudah mendapat gambaran bagaimana utang yang kecil bisa menggulung menjadi besar jika Anda tidak segera melunasinya kan?

Kewajiban Pelunasan

Pembayaran tagihan kartu kredit dengan sistem auto debet full payment. Sebaiknya Anda membiasakan untuk melunasi seluruh tagihan kartu kredit Anda atas pembelanjaan bulan lalu. Untuk menghindari keterlambatan atau lupa membayar tagihan ketika tanggal jatuh tempo, Anda dapat memanfaatkan fasilitas auto debet rekening. Sistem ini secara otomatis akan menarik saldo dari rekening Anda untuk melunasi tagihan kartu kredit ketika tanggal jatuh tempo. Anda hanya perlu memastikan saldo mengendap rekening memiliki dana yang cukup. Keuntungannya pembayaran full payment adalah Anda tidak akan dikenakan bunga. Bunga kartu kredit hanya akan dikenakan jika terdapat keterlambatan membayar, atau jika dilakukan pembayaran sebagian. Pembayaran full payment akan mencegah seseorang terjebak dalam tumbukan utang. Keuntungan lainnya akan terbebas dari biaya bunga pinjaman dan biaya bunga keterlambatan. Nikmat sekali bukan, jika kita bisa berutang satu bulan dan tidak dikenakan bunga hanya dengan cara membayar tagihan tepat waktu?

Catat setiap transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit. Catat seluruh transaksi belanja selama satu bulan atau selama periode tagihan. Hentikan menggesek kartu kredit jika sudah melebihi dari batas yang anda rencanakan. Misal tagihan kartu kredit adalah tagihan belanja anda untuk periode 5 Januari sampai dengan 16 Februari. Asumsi belanja Anda dengan kartu kredit maksimal adalah Rp1 juta. Jika baru sampai 14 Januari Anda sudah menggesek kartu kredit hingga Rp juta, jangan menggesek kartu kredit lagi. Tunda transaksi menggunakan kartu kredit sampai dengan bulan depan atau setelah tagihan terlunasi.

Pahami mengenai biaya kartu kredit. Terdapat annual fee atau iuran tahunan pada setiap kartu kredit. Pilihlah kartu kredit yang iuran tahunannya minimal atau bahkan free. Saat ini banyak sekali kartu kredit yang diterbitkan oleh bank terpercaya menggratiskan annual fee. Karena saat ini kartu kredit mampu memengaruhi gaya hidup seseorang menjadi lebih konsumtif sehingga bank penerbit kartu kredit cenderung memperoleh keuntungan dari bunga kartu kredit atau bahkan dari bunga keterlambatan pembayaran tagihan kartu kredit.

Miliki sedikit kartu kredit. Terlalu banyak kartu kredit justru akan menyulitkan anda mengatur pembelajaan. Pilihlah kartu kredit dari bank yang memiliki banyak kerja sama dengan merchant. Kemajuan teknologi saat ini membuat aktivitas belanja menjadi lebih sederhana dan menyenangkan. Pemegang kartu kredit dari bank yang memiliki banyak kerja sama dengan merchant tentu saja dapat memanfaatkan beberapa fasilitas promo. Contohnya seperti fasilitas diskon, voucher, beli satu gratis satu dan lain sebagainya tergantung dari kesepakatan antara bank dan merchant.

Fasilitas tambahan kartu kredit yang perlu kita ketahui adalah cash advance, program cicilan 0%, dan point reward. Cash advance adalah penarikan uang melalui mesin ATM. Penggunaannya mirip dengan kartu debet, tetapi ada biaya bunga penarikan yang akan dikenakan. Program cicilan 0% adalah fasilitas untuk membeli barang dengan sistem pembayaran cicilan di merchant yang   dengan bank penerbit kartu kredit. Fasilitas point reward adalah program pemberian poin untuk setiap transaksi pembelian barang. Akumulasi poin dapat ditukarkan dengan hadiah, voucher belanja, atau bahkan penghapusan annual fee.

Memiliki kartu kredit dapat memberikan banyak manfaat, asalkan cerdas dalam mengelolanya, karena sebesar apapun gaji atau penghasilan, bukan berarti jaminan dapat terhindar dari lilitan utang kartu kredit.

*Penulis adalah Dosen Program Studi Akuntansi  Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.