SOSIAL MEDIA: Beginilah Cara Facebook Berbisnis

Mark Zuckerberg, gambar Ilustrasi. - Bisnis Indonesia
29 Januari 2019 11:04 WIB Mark Zuckerberg Aspirasi Share :

Ketika saya membangun Facebook, saya tidak membayangkan untuk membangun sebuah perusahaan global. Saat itu saya menyadari bahwa Anda dapat menemukan hampir semua hal di internet kecuali satu hal yang paling penting: orang.

Karena itulah saya membangun sebuah layanan yang dapat digunakan banyak orang untuk saling berhubungan dan saling belajar satu sama lain. Selama bertahun-tahun, miliaran orang merasakan manfaatnya, dan kini kami telah membangun lebih banyak lagi layanan yang disukai dan dipakai di seluruh dunia. Baru-baru ini saya menerima banyak pertanyaan tentang model bisnis kami. Jadi, saya ingin menjelaskan prinsip tentang bagaimana kami bekerja. Kami percaya setiap orang berhak untuk bersuara dan saling terhubung.

Jika kami berkomitmen untuk melayani, artinya kami membutuhkan layanan yang dapat dijangkau oleh semua orang. Cara terbaik untuk mewujudkan hal ini adalah dengan menawarkan layanan bebas biaya, yang didukung oleh iklan.

Banyak orang yang mengatakan kepada kami jika mereka melihat iklan, mereka ingin iklan yang relevan. Itu artinya kami harus memahami hal apa yang mereka sukai. Berdasarkan dari apa yang orang klik atau pilih, halaman apa yang mereka sukai dan sebagainya, kami menciptakan kategori.

Contohnya, orang yang menyukai halaman tentang berkebun dan tinggal di Spanyol maka kami akan meminta pengiklan untuk menampilkan informasi terkait hal tersebut. Meski sistem beriklan yang menargetkan grup tertentu sudah ada sebelum internet, tetapi iklan online memampukan pengiklan untuk menargetkan lebih spesifik dan menampilkan iklan yang lebih relevan.

Internet juga memungkinkan transparansi yang lebih luas dan kendali terhadap iklan yang Anda lihat, dibandingkan televisi, radio, atau media cetak. Di Facebook, Anda memiliki kendali tentang informasi apa saja yang dapat digunakan untuk iklan, dan Anda dapat memblokir pengiklan manapun. Anda juga dapat mengetahui alasan kenapa Anda melihat iklan tersebut dan mengubah preferensi untuk melihat iklan yang disukai.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan pilihan transparansi kami untuk melihat jenis iklan yang ditampilkan pengiklan ke orang lain. Namun, beberapa orang melihat kompleksitas dari model ini. Dalam sebuah transaksi, Anda membayar produk atau jasa dari sebuah perusahaan.

Namun disini, Anda dapat menggunakan layanan kami secara gratis dan kami juga bekerja sama dengan pengiklan untuk menampilkan informasi yang relevan dengan kebutuhan Anda. Model ini dapat terasa buram dan abu-abu, dan kita pada umumnya tidak percaya pada sistem yang tidak kita pahami. Terkadang ini membuat orang berasumsi bahwa kami melakukan hal yang sebenarnya tidak kami lakukan.

Contohnya, kami tidak menjual data pengguna meskipun banyak laporan yang menyatakan kami melakukan hal tersebut. Kenyataannya, menjual informasi atau data sangat bertentangan dengan bisnis kami, karena hal itu akan menghilangkan kepercayaan dan mengurangi nilai layanan kami terhadap pengiklan.

Kami memiliki keinginan yang kuat untuk melindungi data pengguna agar tidak diakses oleh pihak lain. Beberapa orang khawatir iklan dapat menciptakan ketidakselarasan kepentingan antara kami dengan pihak yang menggunakan produk kami.

Saya sering menerima pertanyaan apakah kami memiliki niat untuk meningkatkan interaksi di Facebook, karena hal itu dapat menciptakan ladang iklan meski hal tersebut bukan topik yang disukai banyak orang. Kami berfokus membantu orang untuk saling terhubung dan berbagi, karena tujuan dari layanan kami adalah untuk membantu mereka tetap terhubung dengan keluarga, teman, dan komunitas.

Namun dari perspektif bisnis, penting untuk memastikan bahwa setiap orang menikmati waktu yang digunakan dengan baik. Clickbait mungkin dapat mendorong interaksi dalam waktu singkat tetapi hal ini tidak mungkin kami sengaja lakukan, karena bukan hal itu yang diingingkan orang.

Lalu, apakah kami membiarkan peredaran konten yang bersifat memecah belah atau berbahaya, karena hal itu berhasil memicu interaksi. Kami tidak melakukannya. Para pengguna menyampaikan kepada kami bahwa mereka tidak ingin melihat konten seperti ini.

Para pengiklan pun juga tidak ingin produk mereka terkait hal tersebut. Satu-satunya alasan konten negatif tetap ada adalah karena manusia dan sistem Artificial Intelligence kami yang meninjau hal tersebut terus berkembang, bukan karena kami membiarkan konten itu tetap beredar.

Akhirnya, muncul pertanyaan tentang apakah cara beriklan seperti ini mendorong perusahaan-perusahaan seperti kami untuk menggunakan dan menyimpan informasi lebih dari yang kami layak dapatkan untuk menyediakan layanan bagi konsumen. Kami tidak mengumpulkan informasi untuk iklan tetapi informasi tersebut penting untuk operasional dan keamanan layanan.

Contohnya, perusahaan kerap kali memasukkan kode di situs web dan aplikasi mereka, sehingga ketika seseorang memilih sebuah barang, mereka dapat menampilkan pengingat untuk menyelesaikan pembelian. Namun tipe sinyal seperti ini juga membantu mendeteksi penipuan atau akun palsu. Kami memberikan Anda kendali penuh terhadap informasi yang kami gunakan untuk iklan, tetapi kami tidak memberikan kendali pada pengguna tentang bagaimana kami menggunakan informasi tersebut untuk keperluan keamanan atau operasional layanan.

Ketika kami meminta izin kepada pengguna untuk menggunakan informasi ini guna meningkatkan tampilan iklan sebagai sikap kepatuhan kami terhadap European Union’s General Data Protection Regulation, sebagian besar dari mereka setuju, karena mereka memilih melihat iklan yang relevan.

Pada akhirnya, saya percaya prinsip yang paling penting terkait data adalah transparansi, pilihan, dan kendali. Kami harus menjelaskan tentang cara kami menggunakan informasi, dan pengguna harus memiliki pilihan yang jelas tentang bagaimana informasi mereka akan digunakan.

Kami percaya regulasi yang menerapkan prinsip ini akan menjadikan internet lebih baik untuk semua orang. Penting bagi kami untuk meluruskan hal ini, karena model bisnis ini memiliki manfaat yang jelas. Usaha kecil dan menengah, yang menciptakan sebagian besar lapangan pekerjaan dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, bisa mendapatkan akses dan alat untuk berkembang.

Dalam sebuah survei global, sebagian dari bisnis ini mengatakan mereka dapat merekrut lebih banyak orang sejak bergabung di Facebook. Artinya, mereka menggunakan layanan kami demi menciptakan jutaan pekerjaan.

Bagi kami, teknologi selalu berbicara tentang bagaimana memberikan kekuatan di tangan banyak orang. Jika Anda percaya pada dunia yang memampukan seseorang untuk menyuarakan diri mereka dan mendapatkan peluang yang sama untuk didengar, serta memulai suatu bisnis baru, penting untuk membangun teknologi yang dapat mengakomodasi kebutuhan setiap orang.

Itulah dunia yang saat ini kami bangun, dan model bisnis kami mendukung tujuan tersebut.

*Penulis adalah Pendiri dan CEO Facebook  Corporation

Catatan Redaksi:

Artikel ini pertama kali dipublikasikan Bisnis Indonesia dengan judul Mengenal Model Bisnis Facebook.

Sumber : Bisnis Indonesia