HIKMAH RAMADAN: Berpuasa dengan Banyak Pahala

Perempuan membaca Alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta. - Reuters/Willy Kurniawan
26 Mei 2018 07:25 WIB Adang Muhammad Hikmah Ramadan Share :

Dalam sebuah hadis diriwayatkan, ada seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah shalallahu’alaihi wassallam, “Siapakah orang yang berpuasa yang paling banyak pahalanya?” Beliau menjawab, “Mereka yang paling banyak zikirnya kepada Allah.” (H.R Ahmad)

Dari riwayat tersebut jelaslahlah bahwa orang yang paling utama dan paling banyak pahalanya dalam berpuasa adalah orang yang paling banyak zikirnya kepada Allah di setiap kesempatan, tempat dan keadaan.

Amalan zikir adalah semua amalan (aktivitas) baik kalbu, lisan maupun anggota badan yang menjadikan kita mengingat Allah SWT. Dzikir merupakan perintah Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah [dengan menyebut nama] Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al-Ahzab ayat 41)

Fadhilah zikir adalah berupa turunnya ampunan dan pahala yang besar, sebagaimana terdapat dalam surat Al Ahzab ayat 35 Allah SWT berfirman. “Dan orang yang banyak berzikir kepada Allah dari kalangan lelaki dan wanita, Allah janjikan bagi mereka ampunan dan pahala yang agung/besar.”

Secara khusus Alquran telah memberi isyarat bentuk bentuk aktivitas utama yang bernilai zikir. Yang pertama adalah tilawah (membaca) Alquran. Membaca Alquran adalah aktifitas zikir, karena salah satu nama Alquran adalah Adz-Dzikr sebagaimana tertera dalam surat Hijr ayat 9 Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr [Alquran], dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” Kebiasaan membaca Alquran di bulan Ramadan, bahkan sampai berulang-ulang katam adalah amalan utama ketika berpuasa.

Yang kedua adalah menghafal Alquran. Menghafal Alquran merupakan zikir utama seperti isyarat dalam surat Al Qomar secara berulang dari ayat 17, 22, 32, dan 40 Allah SWT berfirman, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk diingat [dihafal], maka adakah orang yang mengambil peringatan?” Menambah hafalan Alquan di bulan Ramaan juga menjadi amalan utama di bulan suci ini.

Zikir utama ketiga adalah salat, seperti termaktub dalam Surat Thaaha ayat 14. “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan [yang hak] selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku”.

Salat fardu tepat waktu dan diiringi salat sunah rawatib terkait dan salat-salat sunah lainnya merupakan amalan yang utama dalam keadaan berpuasa.

Mari gunakan kesempatan di saat berpuasa dengan memperbanyak membaca Alquran, menghafal Alquran dan salat, maupun aktivitas lain yang sangat banyak terkait ibadah zikir. Ketika aktivitas zikir memenuhi dan sinergis dengan puasa kita, tentunya tidak ada waktu dan tempat lagi bagi aktivitas yang sia-sia maupun negatif (maksiat). Kegiatan yang tanpa guna seperti berlama-lama nonton televisi, ngabuburit yang tidak jelas, bergurau, gibah, dan perbuatan maksiat lain yang mengurangi dan menghilangkan pahala puasa akan terhindarkan.

Semoga Allah memberikan pertolongan-Nya kepada kita dalam berzikir, bersyukur dan melakukan ibadah yang berkualitas. Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika. Wallohu a’lam.

*Penulis adalah dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.